alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Warga Keras Kepala, Wabah Korona di NTB Bisa Tambah Lama

BILA warga tetap membandel, pandemi virus Korona bisa tambah lama di NTB. Sebab, penularan virus sampai saat ini belum berhenti.

”Terutama di daerah transmisi lokal, karena 76 persen pasien kita tanpa gejala,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, pada Lombok Post, kemarin (18/5).

Laju penambahan kasus positif Covid-19 memang menurun, pasien sembuh semakin banyak. Tapi kondisi itu bukan jaminan virus Korona sudah enyah dari tanah Bumi Gora. ”Kasus penularan lokal terus ditemukan,” kata dr Eka.

Tiga kasus terbaru yang dirilis Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 NTB merupakan korban penularan lokal. Satu balita usia 7 bulan, satu anak 7 tahun, dan satu orang dewasa.

Mereka adalah pasien 372, HK, laki-laki 7 bulan, asal Desa Kateng, Kecamatan Praya, kemudian pasien 373, RA, laki-laki 7 tahun, asal Kelurahan Pagutan Barat, Kota Mataram, dan pasien 374, AN, laki-laki 53 tahun, warga Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Fakta itu menunjukkan, virus Korona saat ini semakin membahayakan, sebab tidak ada yang tahu siapa pembawa virusnya.

Sayangnya, kondisi yang kian mencemaskan tidak membuat warga mawas diri. Jelang lebaran, pusat-pusat perbelanjaan tetap diserbu untuk berburu baju lebaran. Warga menyesaki toko baju, seperti sedang tidak ada wabah.

Pantauan Lombok Post, kerumunan di toko baju masih terlihat sampai kemarin. Toko di kawasan Jalan Panca Usaha, Cakranegara hingga mal masih tampak. Pemilik toko menyediakan tempat cuci tangan dan harus pakai masker, namun jumlah pengunjung cukup banyak sehingga sulit untuk menerapkan physical distancing.

Eka mengingatkan, kondisi saat ini tidak bisa dianggap remeh. Terlebih 76 persen pasien di NTB tanpa gejala, sangat sulit membedakan warga yang terjangkit dan tidak. ”Mereka sama seperti orang sehat,” katanya.

Karenanya, protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah tidak boleh disepelekan. Protokol itu dibuat supaya mengurangi penularan virus. Mulai dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat di luar, dan menerapkan physical distancing.

”Jelang Idul Fitri, marilah kita istiqomah menjalankan protokol Covid-19 untuk keselamatan kita dan keluarga,” katanya.

Ia memahami, dengan menerapkan protokol Covid-19, momen-momen lebaran akan terlewatkan. Tapi dengan kondisi saat ini, warga harus bersabar dan menerima. ”Hari raya Idul Fitri terjadi setahun sekali, pandemi covid terjadi 100 tahun sekali, mari segera kita akhiri bersama pandemi ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) NTB dan pimpinan ormas Islam meneributkan surat keputusan bersama (SKB) tentang pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

SKB itu mengatur teknis penyaluran zakat fitrah yang harus mengurangi kontak fisik, takbir lebaran bisa dilakukan secara terbatas di rumah, masjid dan jalan.

Sementara salat Idul Fitri di lapangan dan masjid hanya diperbolehkan bagi daerah yang bebas Covid-19 atau kasus Covid-19 sudah terkendali. Bagi daerah yang kasusnya belum terkendalai harus salat di rumah masing-masing.

”Halalbihalal dan lebaran topat yang lazim dilaksanakan ketika Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial atau video call,” demikian tertulis dalam surat yang diteken bersama Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersama ketua DPRD NTB, kapolda NTB, danrem 162/WB, serta para pimpinan ormas Islam.(ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks