alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Pandemi Covid Belum Usai, Batuk Pilek Harus Tetap Pakai Masker!

MATARAM-Kebijakan pemakaian masker untuk aktivitas di luar ruangan mulai berlaku dari kemarin. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga, apalagi status pandemi belum dicabut pemerintah.

”Yang sehat silakan. Kalau sakit, harus sadar diri. Jangan kemudian dengan bebas tidak pakai masker,” tegas Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (18/5).

Rohmi mengatakan, kebijakan Presiden Joko Widodo disambut baik pemprov dan masyarakat di NTB. Terlebih kasus covid di Bumi Gora kian melandai. Tidak terjadi lonjakan kasus meski ada banyak event internasional terselenggara belum lama ini.

”Kita syukuri dengan sama-sama bertanggung jawab,” katanya.

Apa yang disampaikan presiden, tentu harus disikapi juga dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Misalnya, warga yang sakit flu dan batuk, jangan berkeluyuran di ruang publik tanpa menggunakan masker.

Untuk kebijakan pelonggaran pemakaian masker, pemprov tidak akan mengeluarkan surat edaran. ”Tidak perlu sejauh itu. Sebelum (pelonggaran) juga sudah banyak yang tidak pakai masker. Kalau yang bebas-bebas, pasti langsung dilaksanakan,” sebut Rohmi.

Baca Juga :  Kasus Covid Melonjak, Angka BOR NTB di Level Ideal

Rohmi bersyukur kondisi pandemi covid di NTB terus melandai. Tidak ada pasien covid dengan kategori berat hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. ”Bahkan bisa dibilang rumah sakit sudah kosong untuk pasien covid,” ujarnya.

Dibalik rasa syukur itu, wagub tetap berharap masyarakat untuk terus waspada. Hingga status pandemi benar-benar dicabut pemerintah pusat.

Di sisi lain, pemerintah tetap melakukan upaya mempercepat terjadinya endemi. Salah satunya dengan menggenjot vaksinasi booster. Terutama bagi lansia, yang diketahui merupakan kelompok rentan terpapar covid.

”Tetap kami mengimbau, masyarakat yang sakit batuk pilek, bersin-bersin itu pakai masker,” tandas Rohmi.

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, kewaspadaan akan penularan covid bertujuan untuk melindungi diri. Masyarakat harus tetap bijak dengan tetap memakai masker di satu tempat yang terdapat kerumunan orang, meski berada di ruang terbuka.

Baca Juga :  Gubernur Zulkieflimansyah Fasilitasi Masyarakat Lingkar Sirkuit

”Bukan buat siapa-siapa, tapi untuk perlindungan kita. Sambil kita terus berdoa semoga covid ini bisa selesai,” kata Gita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan, kebijakan dari presiden didasari tren kasus covid di Indonesia yang terkendali. ”Termasuk di NTB, kondisi kasusnya terkendali, tidak terjadi peningkatan signifikan,” kata Fikri.

Pelonggaran pemakaian masker baru berlaku untuk aktivitas di area terbuka. Sebab, risiko penularan covidnya cukup rendah. Tentu selama masyarakat tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Adapun untuk kegiatan di ruang tertutup dan transportasi publik, masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker. Kebijakan ini berlaku juga bagi kelompok rentan, seperti lansia dan yang memiliki komorbid. ”Itu tetap disarankan memakai masker,” tandas Fikri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/