alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Wabah PMK Merebak, Pemprov NTB Jamin Stok Daging Sapi Aman

MATARAM-Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menjamin kebutuhan daging sapi di Pulau Lombok maupun Sumbawa tetap stabil. Meski merebak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

”Kalau saya lihat, harga masih normal. Itu artinya supply dan demand masih aman, kita bacanya dari sana,” kata Rohmi, Rabu (18/5).

Rohmi mengatakan, pemprov melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) telah mengatensi wabah PMK yang menjangkiti ratusan sapi di NTB. Koordinasi juga dilakukan dengan 10 kabupaten/kota di NTB, agar PMK tidak semakin meluas.

Sejauh ini, wabah PMK masih menyebar terbatas. Hanya menjangkiti sapi-sapi di Pulau Lombok. Langkah taktis telah dilakukan agar wabah tidak menyeberang ke Pulau Sumbawa. Dilakukan dinas kabupaten/kota di Pulau Lombok. Dengan cara menutup pintu keluar masuk hewan ternak di wilayahnya.

Wagub pun menegaskan soal pentingnya melakukan skrining terhadap transportasi hewan ternak di Pulau Lombok dan Sumbawa. ”Difilter. Artinya, yang (masuk dan keluar) ke Sumbawa harus sehat. Jangan sakit terus menular ke sapi lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Provinsi NTB Melejit ke Posisi Tiga Nasional Ajang IGA 2021

Adanya wabah PMK, Rohmi menjamin stok daging sapi untuk konsumsi masyarakat tetap aman. Katanya, kasus PMK di Pulau Lombok masih tergolong kecil. Tentu jika terjadi eskalasi hingga pada kondisi mengkhawatirkan, pemerintah akan melakukan upaya lebih masif lagi.

”Tidak perlu dirisaukan untuk kesehatan masyarakat. Toh kasusnya juga sangat kecil sampai saat ini,” kata politisi NasDem itu.

Kepala Disnakkeswan NTB drh Khairul Akbar mengatakan, penyebaran PMK belum sampai ke Pulau Sumbawa. ”Masih aman. Sapi-sapi di Pulau Sumbawa masih aman. Dan kami sedang mengirim sapi dari Bima menuju langsung Tanjung Priok, Jakarta,” sebutnya.

Untuk meminimalisasi penyebaran PMK, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Mulai dari membuat surat edaran peningkatan kewaspadaan dini kepada kabupaten/kota se NTB. Menyediakan obat-obatan hingga pembatasan lalu lintas ternak masuk dan keluar. Serta penutupan pasar ternak pada daerah wabah.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Puncak Kemarau di NTB pada Bulan Juli dan Agustus

Khairul menegaskan, sapi yang dipotong atau disembelih karena terjangkit PMK dipastikan aman dikonsumsi. Dengan catatan, harus melalui proses perebusan dengan air panas bersuhu 95 derajat celcius selama 15 hingga 30 menit.

”Dengan proses itu, semua bakteri yang ada di daging itu akan mati dengan sendirinya,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyakit hewan ternak ini tidak berbahaya buat manusia. Sebab, penularan hanya terjadi antar hewan ternak saja, sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

”Edukasi kepada masyarakat ini sangat penting. PMK tidak menakutkan dan tidak menular ke manusia,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/