alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Banyak Rumah Korban Gempa NTB 2018 Tak Kunjung Rampung, Ini Penyebabnya

MATARAM-Penyelidikan kasus Rumah Tahan Gempa (RTG) di sejumlah daerah belum menunjukkan progress yang signifikan. Karena harus menunggu penyelesaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari seluruh Pokmas. ”Inpres (Instruksi Presiden) mengenai perpanjangan pembangunan kan sudah keluar. Batasnya hingga 31 Juli. Jadi, harus menunggu LPJ dulu,” kata Kabid Hukum Polda NTB Kombes Pol Abdul Azas Siagian, Kamis (18/6).

Dari pantuan lapangan, para aplikator dan Pokmas yang sebelumnya diadukan ke polisi sudah kembali membangun rumah. Rupanya, mereka memilih kembali membangun rumah para penerima itu mereka takut dibui. ”Kalau mereka mau membangun dipersilakan. Tetapi, jangan lewat hingga masa perpanjangan pembangunan RTG sesuai Inpres itu,” peringatnya.

”Kalau tidak kita proses hukum,” tegasnya.

Azas mengatakan, mereka dilaporkan masyarakat karena dasarnya mereka merasa dirugikan. Sebab, rumah mereka belum juga dibangun meski anggaran sudah dicairkan. ”Kalau mereka sudah sadar dan kembali membangun rumah warga itu sih tidak ada masalah,” terangnya.

Nah, terkait dengan korupsi terkait kualitas bangunannya, bukti perlu diperkuat. Nanti ahli yang menyimpulkan hal itu. ”Nanti pihak dari PU maupun auditor terkait yang turun mengecek kualitas bangunannya,” ungkapnya.

Terkait dengan dugaan aplikator yang kabur membawa anggaran RTG tetap dilanjutkan penyelidikannya. Karena itu menjadi atensi untuk ditindaklanjuti. ”Kendati demikian, pembangunannya tetap berjalan. Kalau tidak salah ada pergantian anggarannya dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” ucapnya.

Dia menerangkan, sebenarnya mereka yang membawa kabur anggaran RTG itu dikarenakan sistem pembayarannya tidak seimbang. Aturan awal, mereka diberikan anggaran 20 persen di muka. ”Tetapi, sekarang sudah diubah sistem itu. Sekarang, anggaran dicairkan berdasarkan progress bangunannya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu yang menjadi permasalahan dalam pembangunan RTG. Ada juga aplikator yang bonafit malah membangun RTG dengan modal pribadinya. ”Kalau yang itu baru bagus. Aplikator seperti itu bertanggungjawab,” sanjungnya.

Namun, sampai sekarang belum juga mendapatkan bayaran dari pemerintah. ”Kendalanya, penerima rumah tidak memiliki buku tabungan, sehingga pencairan anggarannya tersendat,” ujarnya.

Dari data yang ada, daerah yang paling banyak mendapatkan laporan adalah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Laporannya mengenai dugaan markup spesifikasi bangunan dan dugaan bangunan tidak sesuai spesifikasi.

Selanjutnya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kasus dugaan korupsi yang paling menonjol adalah aplikator membawa kabur anggaran RTG Rp 1 miliar di Pringgabaya, Lombok Timur. Sebanyak 40 RTG hanya berdiri bagian pondasinya lalu ditinggal aplikator.

Dari data BPBD, hingga 13 Juni 2020, ada sebanyak 194.985 RTG sudah selesai dibangun dari total 226.204 rumah rusak terdampak gempa Lombok Agustus 2018. Yang masih dalam pengerjaan sejumlah 18.643 unit. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Berpolitik PraktiscTiga PNS Mataram Disanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks