alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Dideportasi Malaysia, 58 TKI Asal NTB Tertahan di Kalimantan Barat

MATARAM-Sebanyak 58 TKI/PMI asal NTB tertahan di Kalimantan Barat (Kalbar). ”Kita akan pulangkan semua,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (18/6).

Para PMI tersebut dideportasi dari Malaysia melalui pintu Kalbar. Hingga saat ini, mereka masih ditangani pemerintah setempat sembari menunggu pemulangan. ”Kita terus komunikasi dengan pihak Kalbar,” katanya.

Koordinasi intensif terus dilakukan namun, waktu peulangan belum ditentukan. ”Secepatnya, dalam dua tiga hari ini sudah ada kepastian, kapan mereka diberagkatkan dari Kalbar,” jelasnya.

Sesuai surat Pemprov Kalbar, para PMI itu sudah berada di Kalbar selama satu bulan. Mereka tidak bisa dipulangkan ke NTB karena semua jalur saat itu ditutup, baik darat, laut dan udara. ”Jadi bukan karena lama tidak mau dipulangkan,” jelasnya.

Pada saat jalur kembali terbuka, Dinas Sosial Kalbar sudah tidak punya dana, Kementerian Sosial juga tidak bisa memberikan biaya pemulangan. ”Sehingga kita carikan dana dulu, dan alhamdulillah sekarang sudah ada, maka segera akan dipulangkan,” kata mantan kalak BPBD NTB itu.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj Wismaningsih Drajadiah menambahkan, mereka dikirim ke Kalbar karena NTB bukan embarkasi pemulangan PMI. ”Jadi dikirim ke sana dulu,” katanya.

Di Indonesia ada beberapa pintu pemulangan PMI seperti Kalbar, Kalimantan Timur, dan Jakarta. Pemulangan dari pintu masuk ke provinsi asal harusnya menjadi tanggungjawab pusat. ”Baru nanti kami pulangkan ke daerah masing-masing,” katanya.

Wisma mengaku akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk persoalan tersebut. Termasuk mempelajari dokumen-dokumen perjalanan para PMI. Jika diberangkatkan perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indoesia Swasta (PPTKIS), harusnya perusahaan itu bertanggungjawab. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Positif Korona, Literasi Digital Meningkat

Selama penerapan belajar dari rumah (BDR) yang disebabkan Pandemi Covid-19, kegiatan literasi anak-anak berkurang. ”Karena aktivitas kunjungan ke perpustakaan sekarang ini, sangat dibatasi ya,” kata Kepala Kantor Bahasa NTB Ummu Kulsum, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks