alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Jumlah TPS Membengkak, Pilkada Serentak di NTB Telan Rp 147 Miliar

 

MATARAM-Gara-gara pandemi Covid-19, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada di NTB membengkak. Bertambah dari 4.809 menjadi 6.087 TPS.  ”Kita harus menambah jumlah petugas, kebutuhan anggaran otomatis bertambah juga,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB H Lalu Dirjaharta, kemarin (18/6/2020).

Penambahan TPS disebabkan pembatasan jumlah orang di satu TPS. Jika sebelumnya maksimal 700 orang pemilih di satu TPS, sekarang maksimal 500 orang. Sehingga jumlah TPS dan petugas juga otomatis ditambah. ”Total kebutuhan dananya belum kita hitung, sedang proses ini,” katanya.

Ia menjelaskan, pilkada serentak akan digelar 9 Desember mendatang. Di Indonesia ada 220 daerah menggelar pilkada, tujuh di antaranya di NTB. Yakni Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Kabupaten Bima. ”Alhamdulillah anggaran pilkada tujuh daerah masih tersedia,” katanya.

Total anggaran penyelenggaraan pilkada tujuh daerah itu mencapai Rp 147 miliar. ”Itu baru dari rekapan kita, belum dengan teman-teman kabupaten/kota,” katanya.

Dana itu telah dialokasikan sebelum Covid-19 dan tidak boleh dipangkas untuk penanganan virus korona. ”Sesuai eradan mendagri tidak boleh dipangkas,” jelasnya.

Tapi dengan adanya pandemi Covid-19, pelaksanaan pilkada juga harus mengikuti protokol kesehatan. Konsekuensinya, kebutuhan dana pilkada pasti bertambah. Hal itu yang sedang dikonsolidasikan.

Selain persoalan anggaran dan petugas, partisipasi publik juga menjadi tantangan dalam pilkada kali ini. Jangan sampai karena Covid-19 warga tidak mau datang mencoblos. Perlu ada sosialisasi secara masif. ”Kalau dia tidak mencoblos indeks demokrasi kita turun,” katanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB Tri Budiprayitno menambahkan, dengan penambahan TPS itu, dibutuhkan 2.556 petugas tambahan. ”Masing-masing TPS kita butuh dua orang tenaga linmas,” katanya.

Kebutuhan tambahan tenaga linmas itu didapatkan dari 1.278 tambahan TPS baru dikali dua orang petugas. Sementara kebutuhan petugas linmas untuk 6.087 TPS sebanyak 12.174 orang. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks