alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Lawan Korona dari Desa, Hari ini Polda NTB Luncurkan Lomba Kampung Sehat 2020

MATARAM-Hari ini, Jumat (18/6)  Polda NTB meluncurkan program “Kampung Sehat” di Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. ”Acaranya sederhana saja, kita luncurkan di desa supaya lebih mengena di masyarakat,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal saat bertemu jajaran manajemen Lombok Post, kemarin (16/6).

Ia menjelaskan, program “Kampung Sehat” memiliki misi sosial yakni meningkatkan partisipasi masyarakat melawan pandemi Covid-19. Acara dikemas dalam bentuk lomba agar warga berlomba menciptakan lingkungan bersih untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. ”Partisipasi masyarakat ini sangat penting,” katanya.

Polda NTB menginisiasi program tersebut karena tergerak ingin membantu daerah dalam menangani Covid-19. Karena itu, Kapolda memastikan acara ini tidak akan membebani keuangan daerah.

Sehingga program “Kampung Sehat” hadir sebagai solusi. Bukan saja di bidang kesehatan. Melainkan juga sosial ekonomi, pendidikan, dan keamanan. ”Cara cepat untuk meningkatkan partisipasi itu adalah dengan cara menggelar program Kampung Sehat. Sehingga, masyarakat dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya,” kata jenderal bintang dua yang dikenal humble ini.

Melalui program itu, masyarakat dapat membuat sendiri aturan mengenai protokol penanganan Covid-19 sesuai kebutuhan kampungnya. Namun, tetap menjunjung tinggi standar protokol kesehatan yang sudah ada sesuai anjuran pemerintah.

Di sisi lain, Kapolda menegaskan pentingnya dukungan media untuk menyukseskan acara ini. Kontribusi Lombok Post untuk menyiapkan pemberitaan yang intens sangat diharapkan. Baik melalui kanal media cetak, elektronik maupun online. Sehingga program “Kampung Sehat” ini semakin dikenal masyarakat. ”Lombok Post kan merupakan media terbesar di NTB,” kata Kapolda.

Kapolda menjelaskan, diksi kata “Sehat” dalam program ini merupakan singkatan dari steril, ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh. Kemudian “NTB” merupakan kepanjangan dari “Nurut Tatanan Baru”. Hal itu mencerminkan semangat warga menyambut tatanan baru di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, meski lomba berbasis desa, namun kata “Kampung” dipilih karena memiliki kesan yang lebih pas dalam konteks acara itu.

Iqbal menambahkan, kegiatan melibatkan banyak pihak seperti TNI, pemerintah daerah, kalangan swasta, dan instansi lainnya. ”Kita berkolaborasi melakukan program ini,” katanya.

Dalam proses penilaiannya, lomba Kampung Sehat memiliki beberapa parameter. Antara lain parameter bidang kesehatan. Di sini, desa akan dinilai apakah mereka memiliki posko kesehatan, apakah warganya menerapkan budaya hidup sehat, apakah punya protokol migrasi keluar masuk warga.

”Termasuk protokol yang khusus mengatur kegiatan sosial, dan apakah ada fasilitas isolasi mandiri di kampung tersebut,” jelasnya.

Parameter lainnya di bidang sosial kemasyarakat. Parameter ini akan menilai apakah warga memiliki protokol khusus dapur umum, inovasi membangkitkan UMKM lokal, apakah ada program ketahanan pangan, penanganan gizi buruk, hingga program peningkatan kapasitas warga.

Peniliaian di bidang industri melihat apakah kampung tersebut punya protokol dalam tata niaga dan destinasi wisata dengan protokol kesehatan. Parameter terakhir adalah bidang keamanan, akan menilai bagaimana desa itu mejaga keamanan desa.

Penjurian dilakukan secara berjenjang. Seleksi dimulai di tingkat kecamatan. Masing-masing kecamatan di NTB memilih tiga desa terbaik untuk dilombakan di tingkat kabupaten/kota.

Kabupaten/kota memilih tiga terbaik untuk dilombakan di tingkat provinsi. Mereka akan dilombakan dalam 30 besar untuk mendapatkan juara terbaik di NTB. ”Selain juara satu, dua dan tiga, ada lima kategori juara favorit,” jelasnya.

Polda NTB bekerja sama dengan Lombok Post untuk promosi kegiatan. Setiap hari akan ada kolom khusus terkait program ini.

Sementara itu, Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengapresiasi dan mendukung kegiatan Polda NTB tersebut. Program ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan partisipasi warga dalam memutus penularan Covid-19.

Alfian memastikan Lombok Post sudah menyiapkan kolom khusus setiap hari untuk mempublikasikan desa-desa yang berlomba. ”Kami juga sudah menyiapkan tim khusus untuk meliput kegiatan ini,” katanya.

Alfian berharap, dengan inovasi program seperti itu penularan virus Covid-19 di NTB bisa dihentikan. Sehingga masyarakat ke depan bebas dari pandemi virus Korona. (ili/arl/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks