alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Rinjani Segera Dibuka, Pendaki Harus Patuhi Protokol Pencegahan Korona

MATARAM-Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) mengingatkan pendaki dan pengelola kawasan berhati-hati sebelum membuka objek wisata pendakian. ”Aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan saat mendaki gunung harus diperhatikan,” kata Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Rahmat Abas, dalam keterangan persnya, Kamis (18/6).

Hal tersebut disampaikan FMI, karena jelang new normal banyak objek wisata pendakian berencana dibuka meski penularan covid-19 masih terjadi. Di NTB pemerintah berencana membuka pendakian Gunung Rinjani secara bertahap mulai 30 Juni mendatang.

Abas menyadari, pandemi covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Semua aspek mengalami perubahan dan pergeseran, tidak terkecuali pendakian gunung. ”Kita harus sangat berhati-hati sekali,” katanya.

Menurutnya, pandemi covid-19 menjadi momentum tepat bagi pendaki gunung memikirkan dan merenung secara jernih terkait aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan. ”Sehingga dapat melakukan kegiatan mendaki gunung yang sehat, selamat, dan aman,” harap Abas.

Sebagai pendaki gunung, tentu mereka ingin segera mendaki. Namun, di sisi lain, pengelola kawasan harus menjamin aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan pendakian. ”Sehingga sangat penting suatu panduan atau protokol mendaki gunung yang sehat, aman dan menjamin keselamatan seluruh pihak,” harapnya.

Protokol tersebut dijadikan acuan bagi pendaki gunung, pengelola kawasan maupun stakeholder lain yang terkait. Antara lain masyarakat sekitar gunung, gugus tugas covid-19. ”Termasuk Basarnas terkait pertolongan dan pencarian jika ada kasus pendaki hilang dan lain-lain,” jelasnya.

FMI, selaku organisasi masyarakat yang mewadahi pendaki gunung telah membuat protokol pendakian. Protokol itu mengadopsi beberapa referensi terkait. Seperti protokol World Health Organization (WHO), protokol Health and Safety Executive, dan Occupational Safety and Health Administration.  ”Intinya mengatur kegiatan mendaki gunung yang bersih, sehat, dan aman serta menjamin keselamatan,” jelasnya.

Sekjen PB FMI Dwi Bahari berharap, agar pendaki gunung dan pengelola mematuhi protokol tersebut. Sehingga mengurangi risiko penyebaran covid-19 pada saat mendaki. ”Serta mencegah timbulnya gelombang baru,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal menjelaskan, pemerintah daerah bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sudah menyusun SOP dan protokol kesehatan. Pembahasannya hampir final, namun ada beberapa hal masih perlu diatur lebih detail lagi. ”Kemarin kita belum ketemu untuk protokol penanganan darurat, ketika ada orang sakit di gunung bagaimana,” kata Faozal.

Ia memastikan, sebelum pendakian Gunung Rinjani dibuka SOP tersebut sudah dibahas terlebih dahulu. Mereka tidak akan membuka kalau belum rampung. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks