alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Data Kemendagri, Indeks Inovasi NTB Paling Bawah, Kalah dari Papua

MATARAM-Provinsi NTB menempati posisi paling bawah dalam indeks inovasi daerah yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk tahun 2020. Nilai skor indeks NTB hanya 3, terpaut sangat jauh dari Jawa Tengah di skor 36.357.

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengklaim, rendahnya posisi Bumi Gora dalam indeks inovasi daerah, bukan disebabkan minimnya inovasi. Tapi berkaitan dengan kurangnya koordinasi antar OPD untuk melakukan pelaporan ke Litbang Kemendagri.

”Ada yang miss dalam mengontrol dan mengawal ini. Antara Bappeda dan (Biro) Organisasi,” kata Gita, kemarin (18/6).

Skor indeks NTB, kalah dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nilainya 3.831 dengan predikat sangat inovatif. NTB masuk pada kategori kurang inovatif, sama seperti Bali. Bedanya, Bali mendapat skor indeks 316.

Gita menerangkan, persoalan inovasi menjadi tupoksi dari Litbang di Bappeda. Begitu juga di Biro Organisasi, ada semacam kontestasi inovasi pelayanan publik, di bawah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kondisi tersebut mengakibatkan kedua OPD tersebut saling tunggu. Siapa yang seharusnya melaporkan inovasi-inovasi yang dilakukan pemprov. ”Akhirnya tidak ada yang kerjakan (laporan). Padahal banyak inovasi yang sudah kita lakukan,” tuturnya.

Ia memastikan skor indeks inovasi yang rendah hanya berkaitan dengan proses administrasi saja. Persoalan ini langsung dibereskan sekda, kemarin. Bappeda bersama Biro Organisasi sudah melakukan rapat bersama, untuk membenahi pelaporan.

”Tadi sudah saya konsolidasikan di internal. Intinya jangan saling tunjuk,” tegas Gita.

Dengan pembenahan yang dilakukan, Gita berjanji penilaian inovasi daerah akan lebih baik di tahun ini. Apalagi setiap kepala OPD tetap memiliki kewajiban untuk terus melakukan inovasi terkait pelayanan publik maupun sektor lainnya.

”Dengan segala apologi, kami janjikan mudahan untuk indeks inovasi 2021 bisa lebih baik dari sekarang,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB Najamuddin Amy mengatakan, pelaporan inovasi akan didorong untuk meningkatkan skor indeks dari Kemendagri. Apalagi selama ini banyak inovasi daerah belum terlaporkan dengan baik.

”Kita tetap optimis indeks inovasi akan meningkat seiring dengan laporan yang lebih baik,” kata Najam.

Tahun ini, Pemprov NTB akan memaksimalkan seluruh inovasi daerah sebagai terobosan-terobosan yang ada. Untuk dilaporkan secara maksimal sesuai batas waktu yang ditentukan Litbang Kemendagri.

”Masih ada 56 hari lagi untuk input Inovasi dari masing2 OPD. NTBCare dan NTB Satu Data sudah selesai input data dan masuk dalam pelaporan ini termasuk ada beberapa dari OPD yang lain,” ujarnya. (dit/r5)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks