alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Empat Pintu Pendakian Rinjani Dibuka Pekan Depan

MATARAM-Industri pariwisata NTB memiliki momentum untuk bangkit kembali. Pendakian Gunung Rinjani akhirnya dibuka 22 Agustus. Empat pintu pendakian yakni jalur Senaru, Sembalun, Aik Berik, dan jalur Timbanuh, dapat diakses seluruhnya oleh para pendaki. Untuk sementara, kuota masih dibatasi dan para pendaki wajib pakai masker.

”Aktivitas pendakian dilakukan dengan paket dua hari satu malam dan kuota maksimal 30 persen dari kunjungan normal,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady dalam keterangan pers, di Mataram, kemarin (18/8).

Sebenarnya, kata Dedy, ada lima jalur pendakian yang hendak dibuka. Tapi jalur Torean batal dibuka karena ada insiden yang menyebabkan seorang pendaki meninggal beberapa waktu lalu. Meski mendaki secara ilegal, namun tetap menjadi bahan evaluasi.

”Untuk Torean semoga sampai akhir tahun ini kami bisa menyelesaikan perbaikan sehingga bisa dinyatakan aman,” katanya.

Sedangkan empat jalur pendakian lainnya dinyatakan aman. Balai TNGR telah memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat gempa 2018. Meski demikian, jumlah pendaki masih dibatasi karena pandemi.

 

Jalur Sembalun Sampai Puncak

 

Dari empat jalur itu, hanya jalur Sembalun yang bisa sampai ke puncak Rinjani. Tiga jalur lainnya belum bisa didaki sampai puncak. ”Jalur Sembalun sampai puncak dinyatakan aman dan nyaman,” katanya.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, rute pendakian jalur Sembalun dimulai dari pintu masuk Sembalun menuju Pelawangan Sembalun, puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak. Kuota maksimal 45 orang pengunjung per hari.

Sementara jalur pendakian Senaru dimulai dari Jebak Gawah Senaru sampai Pelawangan Senaru dan Danau Segara Anak, dengan kuota maksimal 45 pengunjung per                                          hari.

Kemudian jalur pendakian Aik Berik, dimulai dari Jebak Gawah Aik Berik sampai Pelawangan Aik Berik, dengan kuota maksimal 30 orang per hari.

Sedangkan jalur pendakian Timbanuh dari pintu masuk Timbanuh sampai Pelawangan Timbanuh, dengan kuota maksimal 30 orang pengunjung per hari.

”Para pendaki wajib melakukan booking online melalui aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di Playstore,” imbuhnya.

Pembukaan jalur pendakian, kata Dedy, telah mendapat izin Direktur Jenderal KSDAE Kementerian LHK. Balai TNGR juga telah mendapatkan rekomendasi pembukaan kegiatan pariwisata dari bupati LombokTengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

TNGR juga memperoleh sertifikat cleanliness, healthy, safety, and environment (CHSE) dari Pemprov NTB sebagai destinasi wisata yang lulus uji kelayakan implementasi protokol kesehatan.

Untuk menjamin keamanan pendakian, Balai TNGR menggelar pelatihan evakuasi bagi tim evakuasi Edelweis Medical Health Centre (EMHC) bekerja sama dengan KUN Humanity System. ”Pelatihan ini guna mendukung kelancaran evakuasi pengunjung,” jelasnya.

Balai TNGR menjamin aktivitas pendakian menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Protokol itu diterapkan mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, sampai keluar pintu wisata.

 

Pakai Masker

 

Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, membawa hand sanitizer/sabun cair, trash bag, menjaga jarak minimal satu meter, membawa surat keterangan bebas Covid-19 bagi pendaki dari luar NTB, atau bebas gejala influenza bagi pendaki dari Pulau Lombok.

Insiden membeludaknya pendaki di bukit Sempana dan insiden Propok, Sembalun menjadi pelajaran. Pemerintah akan menggandeng aparat keamanan untuk mengawasi pendakian.

Jika terjadi insiden yang mengganggu, melanggar SOP dan membahayakan pengunjung, jalur pendakian tidak segan-segan ditutup. ”Penyelenggaraan aktivitas pendakian akan dievaluasi secara berkala,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal dalam pertemuan itu menjelaskan, pemerintah tidak mau penularan virus terjadi di destinasi wisata. ”Kalau di Rinjani seperti itu kejadiannya (Propok) kita tutup lagi, tidak bisa lagi mereka mendaki,” katanya.

Bagi pengunjung yang tidak pakai masker, mereka dilarang mendaki. ”Kami akan minta mereka kembali,” tegasnya.

Pembukaan pendakian, lanjut Faozal, sudah melalui persiapan matang. Prinsip-prinsip CHSE harus dijalankan untuk menjamin keamanan. ”CHSE ini menjadi acuan bagi taman nasional,” imbuhnya.

Faozal berharap, pembukaan pendakian kembali menggairahkan pariwisata NTB. Tapi saat ini, target kunjungan bukan wisatawan mancanegera, melainkan wisatawan lokal. ”Penggerakan pariwisata kita fokus pada wisatawan domestik,” katanya.

”Rinjani akan menjadi penentu bangkitnya pariwisata kita di masa pandemi,” tambahnya.

Sejak gempa 2018, pembukaan pendakian belum bisa maksimal. Meski dibuka tahun lalu, namun tidak sampai puncak. Kondisi itu berdampak pada warga yang menggantungkan hidup di sana.

Gunung Rinjani yang merupakan Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani-Lombok dan Cagar Biosfer Rinjani Lombok menyerap tenaga kerja 1.731 orang porter dan guide, serta dan 131 trekking organizer.

 

Wisata Non Pendakian Ditambah

 

Selain pendakian, Balai TNGR juga kembali membuka destinasi wisata alam non pendakian baru dan menambah kuota pengunjung di delapan destinasi yang dibuka sebelumnya.

Berdasarkan surat Dirjen KSDAE Nomor: S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020, Balai TNGR meningkatkan kuota kunjungan di delapan destinasi menjadi 50 persen dari kuota normal. ”Pada pembukaan tahap satu dulu kuotanya hanya 30 persen,” jelas Kepala Balai TNGR Dedy Asriady.

Delapan destinasi itu yakni Otak Kokok Joben kuota maksimal 325 pengunjung per hari. Telaga Biru 220 orang, Air Terjun Jeruk Manis 200 orang, Gunung Kukus 150 orang, Timbanuh dengan objek wisata berupa Air Terjun Mayung Polak maksimal 100 pengunjung. Kemudian Sebau 36 orang, Savana Propok 250 orang, dan Air Terjun Mangku Sakti maksimal 150 orang per hari.

Balai TNGR juga membuka kunjungan wisata alam non pendakian baru dengan kuota 30 persen dari kuota normal. Antara lain Treng Wilis dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari. Bendungan Ulem-Ulem dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari.

Selanjutnya Tangkok Adeng dengan kuota maksimal 225 pengunjung per hari. Bukit Gedong dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari. Serta bukit Malang dengan kuota maksimal 75 pengunjung per hari.

Secara keseluruhan ada 13 destinasi wisata alam non pendakian dibuka dari 17 destinasi yang ada di kawasan TNGR. (ili/r6)

Ketentuan Pembukaan Pendakian Rinjani

 

PAKET PENDAKIAN

Hanya untuk dua hari satu malam

 

KUOTA PENGUNJUNG

  • • Jalur Senaru, maksimal 45 orang per hari
  • • Jalur Sembalun, maksimal 45 orang per hari
  • • Jalur Aik Berik, maksimal 30 orang per hari
  • • Jalur Timbanuh, maksimal 30 orang per hari

 

PELAYANAN

  • • Destinasi wisata alam non pendakian, Senin–Minggu 09.00- 15.00 Wita
  • • Destinasi wisata pendakian, Senin–Minggu Cek in: 07.00-15.00 Wita dan cek out 07.00-17.00 Wita

 

PENDAFTARAN PENDAKIAN

Wajib Booking Online melalui aplikasi eRinjani

 

Sumber: Balai TNGR

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks