alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Permintaan Sertifikat CHS di NTB Meningkat

MATARAM-Permintaan sertifikat cleanliness, health, and safety (CHS) jasa usaha pariwisata meningkat. ”Sudah masuk list permohonan 240 unit usaha,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal, Selasa (18/8/2020).

Permintaan itu berasal dari pelaku industri hotel, jasa pariwisata, dan restoran. Semua itu di luar sertifikat CHS bagi destinasi wisata. Lokasi pariwisata diupayakan pemerintah sendiri. Sebab destinasi tidak memiliki pengelola khusus. ”Maka pemerintah yang mengupayakan,” jelasnya.

Sertifikasi CHS saat ini menjadi syarat bagi pelaku industri dan destinasi wisata bila ingin dikunjungi turis. Sertifikat itu menunjukkan destinasi dan usaha pariwisata layak dikunjungi sebab sudah memenuhi standar protokol Covid-19. ”Kita yang melakukan uji standarisasinya,” ujarnya.

Untuk mendapatkan sertifikat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun, tersedianya alat pengukur suhu tubuh atau thermo gun, kawasan wajib masker, dan menerapkan physical distancing. ”Kalau tidak memenuhi itu sertifikat tidak akan diberikan,” jelasnya.

Pelayanan sertifikat CHS dilakukan Dinas Pariwisata NTB. Mereka telah membentuk tim khusus yang terdiri dari dinas dan ketua-ketua asosiasi pariwisata. ”Program ini gratis,” katanya.

Biaya hanya dikeluarkan pemilik usaha untuk pembelian fasilitas dan kebutuhan yang lain. Tapi tidak ada biaya untuk pembuatan sertifikat. ”Kalau destinasi-destinasi kami yang belikan fasilitas,” ujarnya.

Dari 240 unit usaha yang mengajukan sertifikat, beberapa diantaranya tidak memenuhi syarat. Antara lain kesiapan SDM dan properti untuk menunjag protokol kesehatan. ”Saat ini beberapa hotel dan restoran sudah kembali beroprasi dan sebagian kamar terisi dengan turis lokal,” katanya.

Selain sertifikat CHS, beberapa pramuwisata juga akan dirapid test. Kepala Dinas Pariwisata NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, pemprov bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Lombok Barat akan me-rapid test pramuwisata. ”Pembukaan destinasi wajib menerapkan protokol Covid-19,” katanya.

Tes masif, kata Eka, akan terus dilakukan pemerintah untuk melacak orang tanpa gejala (OTG). Dengan demikian pemerintah bisa segera menangani bila ada warga yang hasil testnya reaktif. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks