alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Produk Keranjang Buah NTB Diekspor ke Israel

MATARAM-Meski dilanda pandemi covid-19, ekspor NTB masih menunjukkan tren positif. Hingga kemarin, nilai ekspor NTB mencapai USD 4,2 juta atau setara Rp 62,6 miliar dengan kurs dolar Rp 14.795. ”Ini di luar komoditas tambang. Jika dengan tambang nilai ekspor NTB mencapai USD 62 juta,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman, Senin (17/8).

Beberapa komoditas juga akan kembali diekspor seperti gula semut dari gula aren ke Korea Selatan. ”Saat ini sedang proses untuk pengiriman,” katanya.

Ekpor USD 4,2 juta itu terdiri dari berbagai komoditas unggulan NTB. Antara lain udang, manggis, kopi, dan kerajinan ke Israel. ”Keranjang-keranjang buah itu banyak yang ke Israel,” ujarnya.

Kerajinan khusus keranjang buah buatan NTB selama ini banyak diminati Israel. Kerajinan itu dikirim sejak tahun lalu sampai sebelum pandemi covid-19 melanda Maret lalu. ”Kemarin baru pertama sekitar USD 400 ribu,” jelasnya.

Sementara komoditas jagung dikirim ke Filipina, kemudian tepung ikan diekspor ke China. ”Ekspor ini sejak awal tahun sampai saat ini,” jelas mantan kepala BKD tersebut.

Perkembangan ekspor itu, kata Fathurrahman, menunjukkan ekspor masih tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.  ”Cuma persoalannya, dari sisi pemenuhan permintaan yang belum bisa. Seperti udang di Poto Tano sementara tidak beroperasi,” jelasnya.

Dibandingkan tahun lalu, nilai ekspor saat ini masih lebih rendah. Tahun lalu nilai ekspor bisa mencapai USD 12 juta. Pihaknya menunggu sampai akhir tahun untuk melihat perkembangan dan pengaruh pandemi Covid-19. ”Pada dasarnya barang-barang dari NTB masih tetap dikirim,” ujarnya.

Beberapa komoditas seperti gerabah, lanjut Fathurrahman, dikirim ke luar tetapi atas nama Bali. Sebab barang tersebut dikirim atas nama Bali. Itu disebabkan pengusaha yang membuat perjanjian bisnis dari Bali langsung. ”Itu yang kita perjuangkan agar apa-apa yang dikirim memiliki SKA dari NTB,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mendorong pelaku usaha lokal untuk terus mengembangkan kualitas barang sehingga semakin banyak diminati pasar.

Meski demikian, ia mengingatkan warga tidak boleh terlena dengan pengiriman barang mentang ke luar. Jika ujung-ujungnya barang tersebut akan kembali ke NTB dalam bentuk barang jadi dan harganya lebih mahal. ”Karenanya kita dorong proses industrialisasi ini,” ujarnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks