alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Sampah TPA Kebon Kongok Jadi Bahan Bakar PLTU Jeranjang

MATARAM-Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang dipastikan konsisten memanfaatkan sampah di TPA Kebon Kongok sebagai campuran bahan bakar untuk memproduksi listrik melalui proses Co Firing.

Konsistensi proses Co Firing PLTU Jeranjang tersebut dibuktikan langsung Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti mengunjungi PLTU Jeranjang kemarin (18/8).

“Ini sudah sesuai seperti arahan dari Menko Marves, Bahwa proses pengolahan RDF dilakukan melalui pola kemitraan dan juga menggunakan muatan lokal,” kata Nani di sela kunjungannya tersebut.

Co Firing sendiri merupakan pemanfaatan bahan bakar energi terbarukan untuk pembangkit listrik. Proses ini dijalankan pemerintah dengan cepat tanpa perlu melakukan pembangunan pembangkit. Bahan bakar terbarukan tersebut kemudian menjadi campuran batu bara pada rasio tertentu dengan tetap memerhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

Dalam proses Co Firing ini, sampah dari Kabon Kongok terlebih dahulu diolah menjadi pelet RDF (Refuse Derived Fuel) melalui program Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS) langsung di TPA. Sampah yang telah dipilah dan terkumpul kemudian diberikan cairan bio activator untuk proses peuyeumisasi. Setelah kering, sampah dimasukkan ke mesin pencacah untuk selanjutnya dibentuk menjadi pelet RDF. Pelet yang kering itu kemudian sudah langsung digunakan untuk campuran bahan bakar PLTU Jeranjang.

Nani menjelaskan, keberhasilan Co Firing di PLTU Jeranjang menjadi salah satu perhatian pihaknya. Saat ini kata dia, masing-masing pihak dengan peran terpisah sudah terlibat langsung dalam pengolahan sampah. Mulai dari Kemenko Marves, Kementerian LHK, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM.

“Termasuk support dari Pemerintah Daerah,” katanya.

Kemenko Marves sendiri memiliki peranan untuk menyusun kebijakan, pemilihan lokasi, dan implementasi RDF. Juga penyiapan pendanaan dan business process RDF itu sendiri.

Sebelum melihat langsung proses Co Firing di PLTU, Nani didampingi Sekretaris Daerah NTB HL Gita Ariadi menyaksikan penyerahan bantuan dua buah incinerator yang diserahkan langsung kepada Kepala Dinas LHK Provinsi NTB untuk membantu proses pengelolaan sampah di TPA Kebun Kongok.

 

Butuh 45 Ton Sehari

 

Sementara itu, General Manajer PLN Unit Induk Wilayah NTB Rudi Purnomoloka di tempat yang sama menjelaskan, PLN memberi dukungan penuh terhadap penyediaan energi yang ramah lingkungan di NTB. Salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan sampah menjadi pelet RDF.

“Pelet RDF ini termasuk salah satu Energi Baru Terbarukan,” kata Rudi.

Dia menjelaskan, pemanfaatan energi baru terbarukan ini juga bagian dari program Waste to Energy dari PLN untuk mewujudkan salah satu visi NTB Gemilang. Kata Rudi, Kementerian ESDM telah menetapkan target bauran EBT secara nasional sebesar 23 persen di tahun 2025.

“Kami yakin, dengan dukungan dari seluruh pihak, PLN bisa mencapai  target tersebut,” jelas Rudi.

Saat ini, total potensi pelet yang bisa digunakan adalah 45 ton per hari untuk 3 unit pembangkit PLTU Jeranjang. Jumlah tersebut yakni tiga persen dari total kebutuhan bahan bakar yang digunakan untuk proses Co Firing.

“Dan semua unit PLTU siap untuk menerima pelet yang diproduksi oleh TPA Kebon Kongok,” kata Rudi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Mukarom menjelaskan, potensi sampah yang bisa dipilah di TPA Kebun Kongok maksimal 100 ton per hari. Dan sebanyak 40,06 ton sampah per hari dapat diolah menjadi pelet RDF.

“Sehari potensi pelet RDF mencapai 15 ton” kata Madani.

Selain untuk proses Co Firing di PLTU, dijelaskannya bahwa pelet RDF juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar oven pengering tembakau dan juga bahan bakar kompor di masyarakat selain briket. (kus/JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks