alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Tak Gelar Pramusim MotoGP, ITDC Diminta Tingkatkan Komunikasi dengan Pemda

MATARAM-Tidak adanya gelaran tes pramusim MotoGP 2023 di Pertamina Mandalika International Street Circuit disayangkan sejumlah pihak. ”Saya termasuk yang menyayangkan (pramusim) itu tidak di tempat kita,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Menurut Zul, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, bisa saja mengupayakan tes pramusim untuk tahun depan. Caranya bisa bekerja sama dengan pemerintah di daerah maupun pemerintah pusat.

Tes pramusim MotoGP membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di sisi lain, event ini tidak banyak mengundang sponsor maupun penonton. Artinya pendapatan yang diperoleh tidak bisa menutupi biaya menghadirkan pramusim. Sehingga tidak masuk dalam hitung-hitungan bisnis.

Gubernur juga mengakui jika tes pramusim membutuhkan investasi yang besar. Tapi, hal tersebut bisa tertutupi dengan kerja sama antara pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. ”Mungkin dalam hitung-hitungan bisnis investasinya gede. Cuma kalau diramu kerja sama daerah dan nasional, event ini bisa ditarik,” tuturnya.

Baca Juga :  Jalan Terus, Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Tak Terganggu Wabah Korona

ITDC sebagai BUMN, kata Zul, pasti telah menghitung biaya yang harus dikeluarkan. Namun, event pramusim tentu bukan soal itu saja. Yang penting bagaimana daerah bisa dipromosikan ke mancanegara.

Karena itu, gubernur berharap komunikasi jajaran direksi ITDC yang baru bisa lebih hangat dengan pemerintah daerah. Sehingga tes pramusim MotoGP di tahun-tahun berikutnya bisa kembali hadir di Sirkuit Mandalika.

Direktur Utama MGPA Priandi Satria menerangkan, pelaksanaan tes pramusim bukan dengan penunjukan dari Dorna Sports. Tapi usulan dari pemilik sirkuit kemudian disetujui Dorna. ”Misalnya ada beberapa usulan, Dorna memilih dan menyetujui sirkuit mana yang akan dipakai untuk pramusim,” kata Priandi.

Di balapan MotoGP musim 2022, MGPA memang mengajukan Sirkuit Mandalika untuk menjadi host tes pramusim. Alasannya, setelah World Superbike (WSBK) di November 2021, Sirkuit Mandalika belum mendapat status grade A untuk bisa menyelenggarakan MotoGP.

Karena belum mendapat kepastian homologasi, MGPA mengundang Dorna melalui tes pramusim. Sehingga Dorna bisa melihat langsung kondisi sirkuit. ”Setelah pramusim itu, kami diberikan cek list apa yang perlu diperbaiki. Apa yang hanya saran dan yang menjadi keharusan. Dari sana dasarnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Gili Mas Diyakini Bisa Bangkitkan Perekonomian NTB

Selama pramusim di Mandalika, MGPA menanggung biaya yang telah disepakati. Seperti biaya untuk memasukkan logistik ke Indonesia, listrik, hingga operasional selama pramusim.

Biaya-biaya yang keluar tidak diimbangi dengan pemasukan. Pramusim dilaksanakan tanpa penonton. MGPA pun tidak ada menjual tiket. Karena tidak ada penonton, sponsor pun tidak tertarik. ”Artinya di sana MGPA harus membayar sendiri,” kata Priandi.

Nah, untuk tahun depan, MGPA memang tidak mengajukan Sirkuit Mandalika untuk tes pramusim. Apalagi status sirkuit grade A telah dikantongi untuk menyelenggarakan balapan Grand Prix. Ditambah lagi dengan tidak adanya perubahan jumlah tikungan dan panjang sirkuit.

”Buat apa mengajukan kalau buang uang. Tinggal balap saja langsung,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/