alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

BPR Bisa Sehat, Asal…

MATARAM-Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB punya potensi besar. Bila dikelola dengan baik, bank milik daerah itu bisa menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat. Meski angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sangat tinggi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai BPR bisa tubuh lebih baik. Tapi ada syaratnya.

 Kepala OJK NTB Farid Faletehan mengakui, nilai kredit macet delapan BPR milik daerah cukup tinggi. Bahkan di atas 10 persen. Kredit macet menunjukkan kinerja BPR tidak bagus. Tetapi bukan satu-satunya indikator, banyak aspek yang dinilai.

Farid mengungkapkan, modal BPR sangat bagus, sehingga cukup stabil meski NPL tinggi. Modal minimum sebuah bank antara delapan sampai 12 persen. Tapi rata-rata modal minimum BPR di NTB di atas 50 persen. Bila modal kedelapan BPR digabung nilainya Rp 200 miliar, sementara nilai asetnya Rp 700 miliar. ”Tapi banyaknya modal ini belum dikelola secara optimal,” kata Farid pada Lombok Post, kemarin (19/2).

Dengan modal yang cukup bagus, operasional bank bisa lebih stabil. Bila terjadi kendala seperti kredit macet, modal yang ada bisa menutupi kekurangan itu. Tinggal memperbaiki kinerja bank, maka nilai dividen yang disetor jauh lebih besar. ”BPR bisa menjadi bank yang besar,” katanya.

OJK mendorong delapan BPR segera konsolidasi. Bila digabungkan maka modal dan asetnya menjadi yang terbesar. Sehingga lebih efektif dan efisien. Dengan kondisi saat ini, BPR kurang efektif, ada delapan pimpinan yang harus difasilitasi, belum lagi jajaran di bawahnya. Itu banyak menyedot anggaran. Tapi bila digabung, hanya satu atau dua direksi yang difasilitasi, sementara daerah menjadi cabang pelayanan.

Setelah konsolidasi, BPR harus dikelola orang yang benar-benar profesional. Mengangkat orang yang kompeten dan SDM teknis yang berkualitas. Sehingga kinerja bank akan jauh lebih bagus. ”Kalau dikelola SDM yang baik, dividen akan luar biasa besar,” ujarnya.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Wirajaya Kusuma menjelaskan, pemprov sudah membentuk tim konsolidasi. Rancangan peraturan daerah (Raperda) konsolidasi BPR sudah disiapkan. Artinya, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diajukan ke dewan. ”Akan segera kita ajukan,” kata Wirajaya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan mengatakan, dewan masih menunggu pengajuan Raperda dari eksekutif. Hingga saat ini usulan tersebut belum diterima. Bila diajukan mereka siap membahasnya. Sebelumnya memang dewan meminta ditunda karena ada persoalan yang membelit proses konsolidasi BPR. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks