alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Dirut PT GNE Dicopot

MATARAM-Rencana perombakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan isapan jempol. Penyegaran direksi perusahaan mulai dilakukan Gubernur NTG H Zulkieflimansyah. Hal itu ditandai dengan dicopotnya Direktur Utama (Dirut) PT Gerbang NTB Emas (GNE) H Syahdan Ilyas.

Pria berusia 69 tahun itu didepak melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pemegang saham, 6 Maret lalu. Namun setelah sekian lama diberhentikan, Syahdan baru merelakan jabatannya setelah upaya lobi-lobi ke gubernur mentok. Siang kemarin (19/3), ia menyerahkan jabatannya kepada pelaksana tugas (Plt) Dirut PT GNE Ahmad Jaelani.

Terkait hal itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mejelaskan, pencopotan Dirut PT GNE dilakukan karena Syahdan Ilyas sudah cukup sepuh untuk mengurus perusahaan daerah. Ia menginginkan ada penyegaran di tubuh BUMD. Harapannya kinerja perusahaan bisa semakin baik ke depan. “Penyegaran saja tidak ada masalah apa-apa,” katanya.

Meski pemecatan itu dikaitkan dengan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), termasuk dugaan temuan Rp 3,1 miliar, namun gubernur membantahnya. “Saya lihat beliau sudah sepuh, kita cari yang muda-muda,” katanya.

Ia berharap PT GNE ke depan memperjelas jenis usaha, memperbaiki manajemen perusahaan,  pengelolaan keuangan, dan menghasilkan dividen bagi daerah.

Untuk menjaring calon Dirut GNE yang baru, pemprov membentuk panitia seleksi (Pansel) yang dipimpin langsung Karo Perekonomian NTB Wirajaya Kusuma. Pansel itu akan mencari dan menyeleksi calon Dirut PT GNE. “Tim terdiri dari unsur pemerintah dan akademisi,” katanya.

Sama seperti Pansel JPT Pratama, mereka nanti akan menyerahkan nama tiga besar calon direktur kepada gubernur. Hanya saja prosedurnya lebih sederhana. Kriteria yang dicari adalah yang muda dan berpengalaman mengelola perusahaan. Usia minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun, serta pendidikan minimal S1.

Ia mengakui tidak mudah mencari calon dirut muda, profesional dan pengalaman. Sebab gaji dan profil perusahaan bagi sebagian kaum profesional kurang menjanjikan. Solusinya ke depan gaji Dirut GNE bisa dinaikkan dari Rp 13 juta menjadi Rp 25 juta sebulan. Namun dengan catatan harus dibuat perjanjian kinerja di awal. Mereka harus memasang target untuk dicapai, sehingga mereka tidak kabur di tengah jalan.

Wirajaya menekankan, pemprov berharap PT GNE menjadi perusahaan yang sehat, kompetitif, dan menghasilkan dividen. Sehat dalam arti manajemen keuangan perusahaan bagus, tidak ada unsur KKN dalam pengelolaan perusahaan.

Seorang dirut tidak boleh mengangkat kerabat, keluarga atau saudara di perusahaan tersebut. Hal itu bertentangan dengan Pasal 30, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. “Dirut memang punya kewenangan tapi tidak boleh ada hubungan keluarga,” sindirnya.

Seleksi dirut baru akan disegerakan. Sebab perusahaan tersebut butuh sentuhan manajemen yang bagus agar bisa maju. Jumlah modal yang dimiliki PT GNE sebesar Rp 20 miliar, baik berupa aset, modal, dan uang segar yang dipakai setiap tahun.

Syahdan Bantah KKN

Terpisah, mantan Dirut PT GNE H Syahdan Ilyas menjelaskan, ia sudah menerima pemberhentian dirinya. “Saya menyampaikan surat ke pak gubernur menyetujui hasil RUPS Luar Biasa itu,” katanya.

Syahdan membantah pemecatannya dilakukan karena adanya temuan auditor Rp 3,1 miliar pada PT GNE. Ia juga membantah dirinya melakukan KKN selama memimpin perusahaan tersebut. “Tidak ada. Tidak benar ada nepotisme di sana itu,” tegasnya.

Dalam pengelolaan perusahaan, selama ini ia menjalankan prinsip-prinsip profesionalisme. Syahdan meminta semua pihak berhati-hati dalam komentar apalagi main tuding. Dalam pengangkatan pegawai dan direksi, ia  bekerja sama dengan BKD dan RSJ. “Saya bekerja berdasarkan aturan,” tegasnya. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks