alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Mulai Hari Ini, ASN Pemprov NTB Boleh Kerja dari Rumah

MULAI hari ini, Jumat (20/3), sebagian aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov NTB bekerja dari rumah. Mereka menjalankan tugas-tugas kedinasan dari rumah masing-masing.

”Surat Kemenpan-RB kita tindaklanjuti di daerah dan sudah mulai berlaku,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, kemarin (19/3).

Karena edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemanpan-RB) harus dilaksanakan. Dia pun telah memetakan tugas-tugas prioritas yang harus mereka dilaksanakan dengan sistem work from home. ”Tetap pada aspek efektivitas pelaksanaan tugas dulu,” katanya.

Dia menekankan, pelaksanaan work from home  tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. ”Ini harus diatensi,” katanya.

Tapi dia berharap, warga yang ingin mendapatkan pelayanan harus memahami kondisi itu. Mereka menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. ”Kalau kemarin mau urus izin dan ada yang berkurang (dikmalumi),” ujarnya.

Pemerintah menerapkan sistem itu demi kemasalahatan bersama. Mengurangi potensi penyebaran virus Korona atau Covid-19. ”Tapi petugas kesehatan tetap berjibaku petugas di lapangan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah menjamin fungsi-fungsi pelayanan tetap berjalan seperti biasa. ”Tetap kami persiapkan dengan baik,” katanya.

Sesuai surat edaran Kemenpan-RB, ada beberapa kriteria ASN yang boleh bekerja dari rumah. Antara lain ASN berusia 50 tahun ke atas, sedang hamil, memiliki riwayat penyakit kanker, darah tinggi, gangguan jantung, gangguan ginjal, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya.

Sementara pejabat pengawas dan staf, pegawai tidak tetap, tenaga kontrak atau honorer yang tidak berusia 50 tahun ke atas, hamil, atau punya riwayat penyakit  degeneratif, bisa diatur pimpinan daerah sesuai kebutuhan.

Asisten III Setda NTB H Fathurrahman menjelaskan, meski bekerja di rumah, pelayanan tidak terhenti. Sebab, pejabat pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, dan pejabat administrator tetap masuk kantor. ”Fungsional dan guru bisa menjalankan tugas sesuai kebutuhan,” katanya.

Pegawai yang bekerja pada unit pelayanan publik di rumah sakit, perizinan dan investasi, unit kerja penerbit rekomendasi perizinan, kantor pelayanan pajak dan retribusi daerah, UPTB perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menggunakan sistem rolling. ”Mengatur penugasan pegawai secara bergantian,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan tugas bekerja di rumah dilaksanakan dengan  memanfaatkan teknologi informasi seperti saluran telepon, email, whatsapp dan aplikasi sejenis lainnya. ”Mereka harus memastikan alat komunikasi tetap aktif,” tegasnya.

Mereka juga harus mendapatkan surat tugas dari pimpinan perangkat daerah. ”Intinya ASN tidak diliburkan tapi bekerja dari rumah,” tegasnya.

Sementara bagi ASN yang bekerja di kantor, mereka dilarang mengadakan kegiatan yang menghadirkan lebih dari 10 orang. ”Kalau terpaksa melakukan pertemuan kecil terapkan social distancing,” katanya.

Perjalanan dinas keluar daerah juga tidak diperbolehkan untuk sementara, termasuk ke luar negeri. ”Kita juga diminta meminimalisir tatap muka dengan tamu dari luar,” katanya.

Absensi juga dilakukan secara manual. Bila masuk kerja, ASN harus menggunakan alat pelindung diri  seperti masker, sarung tangan, hand sanitizer dan kebutuhan lainnya. ”Terutama petugas yang melayani masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Jika merasa ada gejala terjangkit COVID-19, ASN segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Kemudian semua jenis pelatihan dan pendidikan ditunda. ”Tapi dalam keadaan mendesak ASN yang bekerja dari rumah dapat dipanggil kembali ke kantor,” katanya.

Fathurrahman menambahkan, ASN yang bekerja di rumah juga harus melaporkan pelaksanaan tugas selama di rumah. ”Maksimal satu minggu setelah bekerja di rumah dihentikan,” tandasnya. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks