alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Beradaptasi dengan Pandemi Korona, Pedagang Ubah Siasat Agar Selamat

Virus korona mengubah segalanya. Ratusan perusahaan tutup sementara. Pedagang kali lima (PKL) tidak berdaya. Sebagian bertahan dengan mengubah siasat usaha. 

———

Subki, 50 tahun, menghampiri para pengendara yang berhenti di alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) Pajang, Mataram. Dia menawarkan dagangannya. ”Masker pak…masker…cuma Rp 10 ribu,” katanya pada salah seorang pengendara.

                Meski mendapat respons dingin, Subki memaklumi. Dia pun pindah ke pengendara lain dengan tawaran sama. Sampai akhirnya salah seorang ibu-ibu berhenti dan membeli satu maskernya. ”Alhamdulillah,” katanya, menoleh ke wartawan Lombok Post, siang itu.

                Satu dua pembeli membuatnya tambah bersemangat. Meski sepanjang hari kadang hanya membawa pulang Rp 50 ribu. ”Daripada tidak ada sama sekali,” katanya, tersenyum.

                Subki tidak sendiri berjualan masker di pinggir jalan. Beberapa orang juga jualan barang yang sama. Bahkan hampir di semua APILL berkeliaran penjual masker. ”Kalau beruntung dapat Rp 100 ribu tapi itu jarang,” kata warga Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais itu.

                Berjualan masker merupakan cara Subki bertahan di tengah pandemi Covid-19. Dia merasa kini perekonomian terasa semakin sulit. Sebelumnya, dia menjual minuman keliling di kawasan Terminal Mandalika. ”Penumpang sekarang sepi makanya coba-coba jual masker,” katanya.

                Bila dibandingkan, pendapatan jual minuman keliling lebih banyak daripada menjual masker. ”Untuk sementara terpaksa jualan masker dulu,” katanya.

                Masker-masker itu bukan buatan sendiri. Mereka membeli di beberapa pengusaha pemasok masker kain. Selusin masker dibeli seharga Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu. ”Saya hanya berani beli dua lusin masker, itu pun kadang tidak habis sehari,” kata Sahbi, warga Selagalas, yang juga jualan masker.

                Sahbi mengaku, virus Korona membuat orang takut keluar rumah. Mau usaha apapun susah. Tapi orang kecil seperti dirinya harus tetap keluar agar dapur  rumah tetap mengepul. ”Kadang ada rasa takut tapi mau bagaimana lagi saya harus tetap bekerja,” katanya.

                Sementara pengusaha makanan, ada yang tetap buka. Tapi dengan melengkapi sistem kebersihan tingkat tinggi. Ada juga yang beralih mengganti sistem pelayanannya dengan memberika paket pengiriman gratis.

“Beragam cara itu dilakukan para pengusaha, khususnya untuk bertahan hidup di tengah situasi ekonomi saat ini,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB Ni Ketut Wolini.

Beberapa hotel berbintang menawarkan paket isolasi mandiri. Mulai dari Rp 2 jutaan per paket.

Kasus positif Korona di NTB cukup masif. Kurang dari sebulan, 61 orang dinyatakan positif. Tiga diantaranya meninggal dunia dan 11 orang sembuh. Pemprov sudah menetapkan status tanggap darurat bencana non alam Covid-19.

                Sebagai daerah yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan, perekonomian NTB cukup terpukul. Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi NTB hanya mentok di 3 persen. Bahkan bila kondisi tidak kunjung membaik, pertumbuhan ekonomi akan tambah memburuk.

                Dinas Perindustrian NTB mencatat 5.000 lebih UKM dan IKM terdampak Covid-19. Mereka akan mendapatkan bantuan melalui pemberdayaan ekonomi dan JPS gemilang. Sementara Disnakertrans NTB mencatat 180 perusahaan di NTB tutup sementara. ”Sebagian besar hotel, villa, restoran dan usaha travel,” kata Kepala Disnakertrans NTB M Agus Patria.

                Jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 11 ribu orang. ”Mereka kita bantu melalui JPS gemilang dan pemberian kartu prakerja,” katanya.

Sementara skema bantuan bagi UKM dan IKM terdampak yakni pembelian produk mereka. Kemudian dibagi ke masyarakat miskin terdampak covid-19. Selain itu, restrukturisasi pinjaman IKM di bank. Caranya, IKM mengajukan permohonan jenis keriangan kepada perbankan. Pemerintah akan memfasilitasi. (ili/tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks