alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Dewan Minta Pemprov NTB Buka Data Pengadaan Barang JPS Gemilang

MATARAM-Gembar-gembor pemberdayaan IKM/UMKM lokal dalam pengadaan barang  Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang senilai puluhan miliar  terus digaungkan Pemprov NTB. Salah satu produk lokal yang dibanggakan yakni Minyak Goreng.

Namun belakangan muncul suara sumbang iringi minyak goreng itu. Dugaan liar mulai dari kemungkinan mengemas ualng  minyak sawit curah hinnga produk yang belum melalui uji keamanan pangan BPOM.

Karena itulah sejumlah Anggota DPRD NTB buka suara meminta Pemprov NTB terbuka. Terutama soal proses pengadaan barang.  Bagaimana proses pengadaan, berapa harga pembelian hingga UMKM mana saja yang barangnya dibeli pemerintah.

“Idealnya begitu (sebaiknya di buka data IKM/UMKM penerima proyek)” kata Anggota DPRD NTB Fraksi PKB Akhdiansyah, Kemarin (19/4).

Langkah membuka data IKM/UMKM dilibatkan dalam penyediaan logistik JPS akan membuat segala dugaan jadi terang. Sehingga yang tidak puas dengan program JPS pemerintah bisa mengklarifikasi langsung kebenaran harga dan keaslian produk lokal itu. “Saya kira itu bagian dari akuntabilitas publik terhadap penggunaan APBD,” imbuhnya.

Masyarakat berhak tahu IKM/UMKM mana saja yang ditunjuk menyiapkan keperluan JPS. “Lalu produk apa saja yang dibelanjakan dari JPS,” ulasnya.

Selain itu, penting menjelaskan berapa harga peritem barang. Pria yang akrab di sapa Yongki itu pada dasarnya mengapresiasi pemerintah melibatkan IKM/UMKM. “Pelibatan UMKM sangat baik, tapi akan lebih baik juga dijamin standar mutu,” singgungnya.

Motiviasi pemerintah mendorong IKM/UMKM sebagai penyangga ekonomi lokal di NTB dinilai bagus. Tetapi tetap harus diperioritaskan kualitas produk yang dipilih. “Salah satunya ada jaminan produk itu aman dan higienis dari BPOM,” Tegas Anggota Komisi V DPRD NTB itu.

Dorongan lainnya muncul dari anggota DPRD NTB Made Slamet. “Seharusnya jelas jangan sampai UKM dijual-jual, umumkan saja UKM mana tempat beli supaya jelas semua,” kata politisi PDIP NTB itu.

Belakangan, program JPS ala pemprov NTB dibayangi isu tak sedap. “Ada isu bahwa pengadaan monopoli dikelola oleh oknum-oknum tertentu,” ungkapnya.

Sehingga pada akhirnya JPS bukan menyelamatkan ekonomi daerah, malah membuat kenyang segelintir orang. “Ada harga tidak sesuai pasar,” imbuhnya.

Made mencontohkan harga telur Rp 1600/butir. “Kalau dibeli dalam jumlah banyak bisa dapat Rp 1000 sampai Rp 1100 perbutir,” ujarnya.

Cari-cari keuntungan di tengah bencana dinilai tidak manusiawi. Bahkan pemerintah telah mewanti-wanti sanksi tegas bila berani memainkan harga di tengah bencana. “Ada isu (lainnya) dari harga barang sampai masyarakat penerima sudah dikapling orang-orang dekat semacam Stafsus,” bebernya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks