alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Semakin Rawan, Mataram, Lobar dan Lotim Zona Merah Penularan Lokal Korona

MATARAM-Belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 di NTB turun. Sebaliknya, kasus pasien positif terus meroket. Kementerian Kesehatan, Jumat pekan lalu bahkan telah menetapkan status Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Timur sebagai zona merah dengan kasus transmisi lokal cukup tinggi.

”Ya, benar,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, pada Lombok Post saat dikonfirmasi terkait status tiga daerah tersebut, kemarin (19/4).

Dengan status itu, Mataram, Lobar, dan Lotim kini sama statusnya seperti Bogor dan Depok. Artinya, dalam penanganannya kasus tidak dibutuhkan lagi riwayat kontak dengan penderita atau riwayat berpergian. Sebab, penularan bisa terjadi antar warga di ketiga daerah tersebut.

Dari peta penularan yang dibuat gugus tugas, penularan juga tampak semakin masif dari tujuh klaster. Bahkan potensi daerah lain meningkat menjadi zona merah trasmisi lokal juga tinggi. Salah satunya Kabupaten Lombok Tengah.

”Semua harus kian disiplin protokol covid-19 dan tetap waspada,” imbuh Gita.

Sementara itu, dalam keterangan persnya, Gita selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas NTB mengkonfirmasi tambahan 11 pasien positif baru di NTB.

Dari 48 sampel yang diperiksa, 33 sampel negatif, empat pasien sampel ulangan masih positif, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19. Dari 11 kasus positif, 10 kasus merupakan klaster Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Tiga orang berasal dari Kabupaten Sumbawa yakni pasien nomor 62, Tn. AR, 51 tahun, asal Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar. Kemudian pasien nomor 63, Tn. A, 48 tahun, Desa Sukamulya, Kecamatan Lunyuk, dan pasien nomor 64, Tn. S, 52 tahun, penduduk Desa Sukadamai, Kecamatan Labangka. Ketiganya pernah melakukan perjalanan ke Gowa-Makassar, Sulawesi Selatan. ”Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik,” katanya.

  Sementara satu orang asal Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien nomor 65, Tn. SY, 63 tahun itu telah meninggal dunia. Dia diketahui pernah kontak dengan orang sakit dengan gejala demam, batuk, pilek yang baru pulang dari Gowa-Makassar dan Kota Mataram. ”Pasien meninggal dunia tanggal 18 April setelah menjalani perawatan di RSUD HL Manambai Abdulkadir Sumbawa,” katanya.

Sedangkan enam orang klaster Gowa lainnya dari Pulau Lombok yakni pasien nomor 67, Tn. LD, 61 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien nomor 68, Tn. H, 64 tahun, penduduk Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat.

Pasien nomor 69, Tn. MIS, 37 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, pasien nomor 70, Tn. N, 20 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien nomor 71, Tn. A, 38 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, dan pasien nomor 72, Tn. M, 59 tahun, asal Kelurahan Praya, Kecamatan Praya.

Keenam pasien Pernah melakukan perjalanan ke Gowa-Makassar. Mereka saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik.

Satu pasien asal Lombok Timur yakni pasien nomor 66, Tn. KA, 39 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba. Dia pernah melakukan perjalanan ke Madura namun tidak pernah kontak dengan pasien Covid-19. ”Saat ini dirawat di RSUD R Soedjono Selong dalam keadaan baik,” katanya.

Dengan tambahan 11 kasus, jumlah pasien positif Covid-19 di NTB mencapai 72 orang. Dengan perincian 11 orang sembuh, empat meninggal dunia, serta 57 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Potensi penambahan kasus virus Korona di NTB masih cukup besar. Sebab dari 2.287 orang yang Rapid Diagnostic Test (RDT), 335 orang hasil tesnya reaktif. ”Meski demikian untuk menentukan positif tidaknya harus uji swab lagi,” kata Kepala Diskominfotik NTB I Gede Putu Aryadi.

Mereka yang tes cepat adalah 387 tenaga kesehatan dan delapan orang reaktif. Kemudian dari 815 ODP/OTG yang diperiksa 52 orang reaktif, 1.078 PPTG perjalanan Gowa-Makassar 273 orang reaktif, dan dari tujuh PPTG perjalanan Bogor yang diperiksa dua orang hasilnya reaktif.

Terpisah, Kalak BPBD NTB H Ahsanul Khalik menyebutkan, dari hasil pemetaan kasus yang dilakukan, tampak jelas masifnya penularan virus Korona, sebagian besar kasus merupakan klaster Gowa.

Butuh Intervensi Masif

Klaster Gowa sudah tersebar sampai ke timur. Seperti kasus di Lombok Timur yang pergi ke Gowa dinyatakan negatif, tapi anak istrinya sekarang yang positif. ”Klaster lain juga punya potensi menularkan jika kita tidak lakukan intervensi  lebih masif,” katanya.

Khalik menambahkan, perlu strategi khusus di lapangan agar kluster yang ada segera ditangani dan membuat curve Covid di NTB menjadi lebih landai. ”Kita pakai 3T yakni

tracing ,test and treatment,” katanya.

”Pelacakan orang yang pernah kontak terus dilakukan, diikuti rapid test dan swab,” tambahnya.

Melokalisir  penyebaran wabah menjadi penting dilakukan gugus tugas kabupaten/kota dengan cara menetapkan area-area tertentu sebagai area tertib social distancing, tertib physical distancing bisa dilalukan dengan membuat keputusan bupati/wali kota tentang pembatasan  sosial berskala lingkungan/dusun. ”Kemudian didukung  dana yang  cukup untuk penjagaan dan pemenuhan kebutuhan setempat,” katanya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi semua daerah kemungkinan cukup berat, sehingga pembatasan sosial berskala lingkungan/dusun salah satu solusi. ”Dimulai dari lingkungan yang ada kasus positifnya,” katanya.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks