alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Tak Bisa Pulang, Puluhan Warga NTT Tertahan di Pelabuhan Lembar

MATARAM—Sementara itu, Puluhan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bisa pulang kampung. Mereka tertahan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. ”Mereka ingin pulang kampung tapi Pemprov NTT menutup pintu masuk lewat laut,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia, Minggu (19/4).

Untuk sementara, 75 warga NTT dari berbagai kabupaten itu ditampung di terminal penumpang Pelabuhan Lembar. ”Di tingkat Dishub, sudah dilakukan komunikasi. Kamis kemarin, komunikasi berhasil. Sekarang komunikasi gagal lagi,” kata Bayu.

Kondisi itu terjadi karena Pemprov NTT melarang warga dari luar masuk ke wilayahnya. Hal itu berdampak pada warganya yang hendak pulang kampung. ”Akibatnya terjadi penumpukan warga NTT di sejumlah pelabuhan NTB,” katanya.

Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan telah melakukan langkah-langkah strategis untuk membantu pemulangan warga tersebut. ”Mereka akan pulang dengan tujuan Sumba, Manggarai, Ende, Bajawa dan lainnya,” jelas Bayu.

Sebagian besar mereka merupakan pekerja di Pulau Jawa dan Bali. Sebagian lagi mahasiswa dan pelajar yang menempuh pendidikan di luar daerah. Mereka memutuskan pulang kampung karena perekonomian di tempat kerjanya lesu akibat Covid-19. Perkuliahan juga diliburkan.

Sampai kemarin pemda di NTT belum membuak pintu masuk. ”Selain di Lembar, pekerja yang akan pulang kampung masih tertahan di Sape, Kabupaten Bima,” kata Bayu.

Bekal yang mereka bawa saat ini semakin terbatas untuk bertahan hidup. Sehingga untuk sementara Dinas Sosial NTB membantu mereka dengan makanan di Pelabuhan Lembar.

Kalak BPBD H Ahsanul Khalik selaku Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Penanganan Covid-19 NTB menjelaskan, dengan alasan kemanusiaan Gubernur NTB memerintahkan mereka dibantu.

Upaya komunikasi dengan Pemprov NTT terus dilakukan. ”Sudah bolak balik Gubernur, Danrem, Dishub, dan BPBD melalui jalur masing-masing,” katanya.

Dari hasil koordinasi terakhir Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmar Rizal Ramdhani, Pemprov NTT meminta warga yang pulang dilakukan tes cepat atau rapid test Covid-19.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy mengatakan, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sudah melakukan komunikasi dengan gubernur NTT terkait persoalan itu. ”Gubernur Zul sudah bersurat resmi ke Gubernur NTT Victor Laiskodat agar meninjau kembali kebijakan pemda di wilayahnya,” jelas Najam.

Menurutnya, persaudaraan dan kesatuan Indonesia diuji dalam kasus tersebut. ”Koordinasi terus dilakukan dan sejauh ini hasilnya sangat positif,” tambahnya.

Pemprov NTB terus berikhtiar memutus mata rantai penyebaran covid-19, namun tetap dengan langkah yang bijak sebagai bangsa yang besar. ”Kalau Pemrov Jateng  memperhatikan warga NTB yang tidak mudik di Semarang itu adalah contoh baik,” katanya.

Najam menambahkan, rasa keindonesiaan  sangat terasa saat bencana seperti saat ini. ”Ini adalah modal sosial yang tidak boleh hilang dan tergerus dari sisi kemanusiaan kita,” tandasnya. (ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks