alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Lomba Kampung Sehat NTB : Kunci Pencegahan Korona di Tangan Masyarakat

LOMBOK BARAT-Mencegah penularan virus Korona tidak bisa mengandalkan pemerintah belaka. Secanggih apa pun peralatan medis yang dimiliki, tidak akan pernah cukup. Karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

”Yang paling penting adalah partisipasi masyarakat. Kuncinya di situ,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal saat meluncurkan lomba Kampung Sehat, di Dusun Bantek, Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Jumat (19/6).

Bersama Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, hadir dalam launching tersebut Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir,  Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, dan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. Tokoh masyarakat dan tokoh agama hadir pula dalam laucnhing sederhana yang tetap mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Iqbal menekankan, pada masa pandemi saat ini, semua elemen masyarakat harus mematuhi protokol Covid-19. Namun partisipasi publik perlu dirangsang agar warga punya gairah untuk bergerak.

Sebab itu, Polda NTB terinspirasi menggelar program “Kampung Sehat” dengan slogan “NTB” atau Nurut Tatanan Baru 2020.

Lomba akan berlangsung tiga bulan dengan peserta 1.136 desa dan kelurahan se-NTB. Peluncuran kemarin menjadi “genderang perang” bagi semua desa dan kelurahan yang ikut lomba.

Program tersebut, kata Iqbal, juga merupakan respons atas perintah Kaporli yang meminta tiap Polda membantu penanganan Covid-19. ”Kenapa berbentuk lomba? memang sengaja seperti itu. Karena, lomba adalah cara tercepat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, lomba akan memacu masyarakat pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19. Pada akhirnya kasus penularan virus Korona bisa diredam. ”Tujuannya jelas, Kurva pertumbuhan infeksi baru di NTB menurun,” katanya.

Tidak hanya itu, lomba Kampung Sehat juga sekaligus mengatasi masalah gizi buruk dan stunting. ”Tidak ada masyarakat yang tidak dapat makan,” katanya.

Geliat lomba pada akhirnya membuat aktivitas perekonomian kembali hidup disertai protokol kesehatan yang baik. Menurunkan angka kejahatan dan masyarakat desa bisa mengakhiri konflik sosial karena terbangunnya kerja sama antar warga. ”Ini memang target yang sangat tinggi untuk sebuah program. Tapi tidak mustahil dicapai,” katanya.

Bila semua unsur terlibat aktif, TNI, Polri, pemda dan masyarakat baginya tidak ada yang musthil. ”Melalui lomba ini, NTB sudah berada pada rel yang tepat untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dan melenting lebih baik ke depannya,” harap mantan Kapolrestabes Surabaya itu.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah senang dengan program yang digelar Polda NTB. Provinsi NTB sangat beruntung punya kapolda yang inovatif. ”Kapolda NTB baru dengan program baru, insya Allah virus Korona bisa ditekan,” katanya.

Peran aktif kepolisian akan sangat membantu upaya pemerintah menekan kasus penularan virus Korona di NTB. ”Dibutuhkan kekompakan semua pihak untuk menekan kasus Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam acara itu menyatakan, TNI akan mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut.  ”Mudahan dengan sinergitas ini NTB bebas cari Covid-19,” harapnya.

Dalam acara peluncuran itu, kapolda NTB bersama gubernur, Danrem, dan kepala BNN NTB meninjau potensi perekonomian di desa tersebut. Peluncuran juga diikuti seluruh Polres dan polsek se-NTB melalui telekonferensi.

Selain itu, Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal juga meneken kerja sama dengan Lombok Post sebagai mitra yang akan mempublikasian kegiatan lomba Kampung Sehat tersebut. (ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks