alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Dinas Kesehatan Sebut NTB Belum Layak Buka Sekolah

MATARAM-Pembukaan kelas tetap muka harus dipikirkan matang-matang. Risikonya sangat besar. ”Lihat pengalaman Papua, lihat pengalaman di Cirebon, anak sekolah itu memiliki risiko tertular saat berangkat, sekolah, dan saat dia pulang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Selasa (18/8).

Menurutnya, tidak mudah melindungi anak-anak dari penularan virus korona. Sebab risikonya sangat besar saat mereka dalam perjalanan berangkat dan pulang sekolah. Termasuk risiko penularan di dalam kelas. ”Kita lihat kasus anak sekolah ini tertular dalam perjalanan berangkat,” katanya.

Lima syarat sekolah bisa membuka kelas tatap muka, antara lain berada di zona kuning atau hijau, kemudian mendapat izin pemerintah daerah, satuan pendidikan memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Kemudian orang tua/wali murid memberikan  persetujuan. ”Dikes nanti akan memberikan telaah, kepala daerah yang memutuskan,” katanya.

Terkait izin pembukaan kelas tatap muka, pemprov berpegang pada surat keputusan bersama (SKB). Kalau pun daerah itu masuk zona hijau, tetap juga harus dilihat murid dan guru dari mana. ”Lombok Barat meski kuning sudah memutuskan tidak akan membuka, karena banyak guru dari Mataram,” jelasnya.

Eka menegaskan, pembukaan kelas tatap muka harus dengan pertimbangan yang sangat matang. ”Nanti kalau muncul klaster baru, repot sendiri,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, hingga saat ini mereka masih mengkaji apakah kelas tatap muka boleh atau tidak di NTB. ”Rencana belajar tatap muka di masa adaptasi kebiasaan baru, akan diawali dengan simulasi. Selesai simulasi akan dievaluasi,” katanya.

Peta penularan virus korona per 17 Agustus menunjukkan, tidak ada daerah di NTB masuk zona kuning, hampir semua oranye. Tiga daerah masuk zona merah yakni Kota Mataram, Lombok Barat, dan Kota Bima yang sebelumnya zona hijau masuk zona merah. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks