alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

MATARAM-Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Sebelumnya Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor IMI-GR.01.01-0409 tanggal 18 Agustus lalu mengenai izin tinggal keadaan terpaksa karena faktor pandemi Covid-19.  Dalam surat tersebut, WNA diberikan keringanan dalam memperpanjang izin tinggalnya. ”Mereka dapat tinggal lebih lama hingga 20 September ini,” jelasnya.

Saat ini, izin tinggal terpaksa itu belum diperpanjang. Sehingga, WNA yang sudah habis masa izin tinggalnya diminta keluar dari Indonesia. ”Jika tidak, mereka bisa dikenakan denda Rp 1 juta per hari,” tegasnya.

Syahrifullah mengatakan, untuk menindak WNA yang overstay di masa pandemi masih dilematis. Karena penerbangan ke negara tujuan para WNA ditutup. ”Kalau tidak salah ada 59 negara yang menutup akses penerbangan untuk Indonesia,” sebutnya.

Untuk itu, Syahfirullah belum memastikan akan membebankan denda atau tidak terhadap WNA yang masa izin tinggalnya habis. ”Dilematis kalau kita tindak dalam keadaan seperti ini (pandemi Covid-19),” terangnya.

Khusus WNA yang tinggal dan bekerja harus tetap berkoordinasi dengan pemberi kerja. Supaya dapat mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). ”WNA yang bekerja, harus mengajukan RPTKA ke Kementerian Tenaga Kerja. Kalau RPTKA-nya sudah ada baru kita bisa memberikan izin tinggal,” ungkapnya.

Dari data yang ada, per 13 Juli hingga 15 September ada 500-an WNA yang telah memperpanjang izin tinggalnya. ”Kalau  WNA  yang tidak bisa pulang kami tidak tahu. Biasanya kalau yang tidak bisa pulang merapat ke kedutaannya di Bali,” jelasnya.

Dia menerangkan, ada beberapa WNA yang juga tidak bisa memperpanjang izin tinggal. Dikarenakan kehabisan masa berlaku paspor dan halaman paspor. ”Itu kesalahan teknis mereka,” jelasnya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks