alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Siap-siap, Vaksinasi Masal Dimulai Akhir Tahun

JAKARTA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (18/11) memantau simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor. Sejumlah fasilitas di puskesmas tersebut dicek. Mulai ruangan, peralatan, hingga kesiapan tenaga kesehatan (nakes) dan vaksinatornya. Termasuk persiapan bila ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Puskesmas Tanah Sareal menjadi salah satu lokasi simulasi yang ditunjuk pemerintah. Ada 37 nakes yang disiapkan di puskesmas itu dan masih mungkin ditambah bila diperlukan. Sehingga diharapkan kualitas layanan kepada masyarakat tidak berkurang.

Presiden menjelaskan, vaksinasi diperkirakan dimulai paling cepat akhir tahun ini atau awal 2021. Sebab, kalaupun vaksin sudah tersedia, persiapannya tidak sekadar menerima, lalu menyuntik. Skema distribusi ke seluruh tanah air harus disiapkan. Sebab, bagaimanapun distribusi vaksin tidak mudah.

”Ini (vaksin, Red) bukan barang seperti barang-barang lain, memerlukan cold chain (rantai pendingin),” tuturnya.

Vaksin harus dijaga dalam suhu tertentu untuk memastikan kondisinya tetap stabil. Produk vaksin yang berbeda akan memerlukan model distribusi yang berbeda pula. Karena itu, persiapan distribusi ke daerah harus cermat agar vaksin tidak rusak.

Target awal pemerintah, vaksin pertama bisa tiba di Indonesia akhir bulan ini atau setidaknya Desember mendatang. Baik yang berupa vaksin jadi maupun bahan baku yang akan diolah di Bio Farma. Pemerintah sendiri pada dasarnya tidak menargetkan produk vaksin tertentu. Hanya, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi.

”Semua vaksin yang kita pakai itu harus masuk dalam list-nya WHO. Ini wajib,” lanjut Jokowi.

Setelah sampai ke Indonesia, vaksin tidak boleh langsung digunakan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengeceknya terlebih dahulu sebelum mengeluarkan emergency use authorization (izin edar).

Tahapan itu memerlukan waktu sekitar tiga pekan. Bila izin sudah keluar, barulah vaksin bisa didistribusikan dan disuntikkan. Mereka yang akan divaksin kali pertama adalah nakes. Baik dokter, perawat, maupun semua orang yang terkait dengan penanganan kesehatan. Ditambah personel TNI-Polri dan ASN di sentra-sentra layanan publik.

Apakah presiden termasuk yang akan divaksin duluan, Jokowi menjawab lugas. ”Kalau oleh tim (vaksinasi) diminta, saya yang paling depan (lebih dulu), saya siap,” tegasnya. Yang jelas, sambil menunggu vaksin, pemerintah akan terus menyiapkan vaksinasi. Juga menyosialisasikannya kepada publik. Dengan demikian, begitu vaksin datang dan disetujui BPOM, distribusi dan vaksinasi bisa langsung dilakukan.

 

Kerja Sama dengan AS

 

Terpisah, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menawarkan kerja sama produksi vaksin. Kerja sama tersebut antara perusahaan vaksin AS dan Indonesia. Hal itu ditawarkan Pence kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Washington DC Selasa (17/11). Namun, hingga kemarin belum ada detail resmi dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi tentang kelanjutan dan penjajakan kerja sama vaksin tersebut.

Pada bagian lain, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/BRIN Ali Ghufron menyampaikan, khusus untuk vaksin, ada tiga hal penting dalam pengembangannya. Pertama, kecepatan. Karena pengembangan vaksin Merah Putih dimulai sedikit akhir, diputuskan untuk bekerja sama dengan Sinovac. Kedua, efektivitas dan keamanan. Ketiga, kemandirian. Untuk kemandirian, pemerintah memiliki ambisi untuk bisa menghasilkan vaksin Merah Putih.

Saat ini sudah ada enam lembaga dan perguruan tinggi yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19 dengan menggunakan berbagai platform. Mulai Lembaga Molekuler Eijkman, Universitas Indonesia, LIPI, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, hingga Universitas Gadjah Mada. ”Road map-nya sudah ada, mulai seed (bakal/benih) vaksin, praklinis, uji klinis I-II-III, hingga mendapat izin BPOM dan produksi,” paparnya dalam diskusi vaksin Merah Putih FMB9 kemarin. Merujuk road map tersebut, vaksin Merah Putih ditargetkan mulai diproduksi pada akhir 2021. ”Kalau seed vaksin ditargetkan akhir 2020 atau awal 2021. Tapi, ini kan baru seed vaksin,” imbuhnya.

Ali menekankan, peran vaksin Merah Putih ini sangat krusial. Bukan hanya perkara dana yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan vaksin dari luar negeri, tapi juga soal kemandirian dan kedaulatan bangsa. Indonesia tak ingin hanya menjadi pedagang yang mendatangkan barang dari luar negeri, kemudian menjualnya dengan tambahan profit. ”Kita harus mampu berinovasi dan mengembangkan sendiri,” tegasnya.

Guna mendukung cita-cita tersebut, pihaknya bakal membangun pusat laboratorium vaksin nasional. Proyek itu rencananya dikerjakan pihak Puspiptek. Laboratorium tersebut diharapkan bisa menjadi wadah bagi peneliti, pemerintah, dan industri untuk bekerja sama dalam riset dan inovasi.

Deputi Fundamental Research Eijkman Institute Herawati Sudoyo Supolo mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, vaksin Merah Putih merupakan program jangka panjang. Karena itu, harus betul-betul diperhatikan semua aspek dalam pengembangannya. Dalam pengembangan vaksin Covid-19, Eijkman menggunakan platform protein rekombinan dengan target protein spike dan nukleokapsid dari virus. Kemudian dilakukan whole genome sequence guna melihat virus tersebut sama atau tidak dengan yang beredar di Eropa atau Tiongkok. ”Atau justru bermutasi setelah tiba di Indonesia,” katanya.

Setelah itu protein tersebut diproduksi dengan menggunakan mamalia dan ragi. Ini untuk mengantisipasi jika ada protein yang tidak bagus. Sehingga bisa diambil dari produksi lain. ”Itu yang dinamakan percepatan. Tidak dilakukan satu per satu seperti biasa, tapi paralel,” ungkapnya.

Herawati percaya diri bakal vaksin sudah bisa diberikan kepada industri pada awal 2021. Sebab, pihaknya sudah sering menggunakan platform itu untuk riset. Sehingga setelahnya bisa dilanjutkan ke proses upscaling dan uji klinis tahap I, II, dan III.

Soal keamanan, Herawati memastikan bahwa seluruh proses dan tahapan dijalankan sesuai dengan aturan yang ada. Mulai praklinis di lab hingga sampai di pasar. Misalnya, bila pada tahap uji hewan ditemukan kelalaian atau side effect, wajib dihentikan dan dicari tahu penyebabnya. Namun, bila berhasil, akan dilanjutkan ke uji klinis tahap I, II, dan III. Seperti pada uji vaksin Sinovac.

”Pada uji ini akan diberikan gambaran atau laporan bakal vaksin ini memiliki safety dan efikasi. Keduanya sangat berperan dalam pengembangan vaksin,” tuturnya. Setelah itu, untuk membuat ini lebih secure, bakal ada publikasi mengenai hasil penelitian. Sehingga bisa diketahui banyak orang. (byu/syn/mia/tau/c9/oni/JPG/r6)

 

Vaksin Masal di Nusantara

 

VAKSIN DATANG

Akhir November atau awal Desember. Rencananya vaksin milik Sinovac dari China.

 

PERLU IZIN EDAR

Setelah tiba, vaksin belum bisa digunakan langsung. Tapi harus mengantongi izin edar terlebih dahulu dari BPOM. Proses pembuatan izin edar memerlukan waktu sedikitnya tiga pekan.

 

DISTRIBUSI

Setelah megantongi izin edar, vaksin tersebut akan didistribusikan di seluruh Indonesia. Distribusi pun tidak mudah. Sebab, vaksin bukanlah barang biasa. Melainkan barang yang harus disimpan dalam suhu tertentu sehingga tetap stabil dan tidak rusak. Untuk menjaganya tersebut butuh cold chain atau rantai pendingin.

 

VAKSIN MASAL DIMULAI

Paling cepat akhir Desember atau awal tahun 2021.

 

PENERIMA VAKSIN PERTAMA

Tenaga kesehatan akan divaksin pertama kali. Mulai dari dokter, perawat, maupun semua orang yang terkait dengan penanganan kesehatan. Kemudian dilanjutkan pada personel TNI-Polri dan ASN di sentra-sentra layanan publik.

 

Sumber: Diolah

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks