alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Bupati Bima Imbau Warga Waspada Rabies

MATARAM-Kasus rabies mengancam Bima. Sebanyak 14 orang dilaporkan menjadi korbannya. Jumlah korban gigitan terbanyak di Kecamatan Donggo dan Kecamatan Sanggar, masing-masing lima orang.

Seluruh korban dipastikan digigit anjing liar. Berarti tidak memiliki pemilik dan belum pernah divaksin anti rabies. Sebanyak 19 sampel otak hewan penggigit telah dikirim ke Denpasar untuk uji laboratorium.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri  mengatakan, korban gigitan anjing liar itu belum dipastikan terjangkit rabies. Tetapi pihaknya tetap waspada terhadap masuknya hewan penular rabies (HPR) itu.

 ”Kami sudah lakukan langkah pencegahan, dinas teknis sudah turun ke beberapa titik untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat,’’ kata bupati dihubungi Lombok Post via ponsel, kemarin (20/2).

Selain penyuluhan, bupati juga sudah mengintruksikan kepada instansi untuk turun ke desa-desa. Terutama wilayah yang sudah dilaporkan ada korban gigitan. ”Kami juga sudah membagikan vaksin secara gratis untuk disuntikan kepada anjing dan kucing,’’ tandasnya.

Meski belum status KLB, tambah dia, pihaknya mewaspadai empat wilayah yang berbatasan langsung dengan Dompu. Yakni Kecamatan Madapangga, Donggo, Sanggar, dan Tambora. Kecamatan lain juga diminta tetap waspada. ”Saya sebarkan imbauan hingga ke desa-desa agar tetap waspada,” terangnya.

Untuk anjing peliharaan, pemiliknya diminta untuk mengikat. Sedangkan anjing liar pihaknya akan mengeliminasi dengan racun. ”Jika menemukan yang dicurigai terjangkit rabies, segera laporkan kepada dinas terkait agar bisa ditindaklanjuti,” pinta orang nomor satu di Bima itu.

Di sisi lain, pemerintah desa juga gencar mengimbau masyarakat supaya tetap waspada. Seperti di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Bima. Kepala Desa Punti Sumardin mengaku dirinya sudah meminta masyarakat untuk tetap mengantisipasi masuknya HPR. Apalagi, desa yang dipimpinnya bertetangga dengan Kecamatan Donggo, yang dilaporkan sudah ada korban lima korban gigitan. ”Saya turun ke masyarakat, imbau agar tingkatkan kewaspadaan,” katanya.

Sejauh ini belum ada korban gigitan di desanya. Kendati demikian, dia bersama masyarakat tetap mengawasi ketat masuknya HPR. (jlo/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks