alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pemprov Jangan Lampaui Kewenangan!

MATARAM-Semangat Pemprov NTB mengurus sampah dengan gerakan “Zero Waste” disambut baik. Tapi dewan mengingatkan pemprov tidak terlalu jauh melewati batas kewenangan. Sebab secara teknis sampah dan kebersihan lingkungan menjadi urusan kabupaten/kota.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD NTB H Makmun dalam rapat paripurna menyampaikan, pemprov sebaiknya tidak masuk mengurus sampah rumah tangga. Akan tetapi lebih pada pengelolaan sampah secara regional dan penanganan sampah di kawasan khusus, seperti kawasan pariwisata. “Memperbanyak tempat pengelolaan akhir skala regional” katanya, kemarin (20/2).

Dengan begitu tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antar pemerintah. Dengan begitu tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan asri bisa tercapai.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menjelaskan, pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik yang berwawasan lingkungan. Sehingga, menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Juga tidak mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat di NTB menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Karenanya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Selain itu dengan prinsip berwawasan lingkungan sehingga tidak menimbulkan berbagai dampak negatif. “Kami ingin pengelolaan sampah bisa  memberikan manfaat secara ekonomi, serta dapat mengubah perilaku masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk NTB  di 2017 mencapai 4.896.162 jiwa. Angka ini diprediksi akan terus meningkat. Sehingga volume sampah juga akan bertambah. Karena itu, pemprov mengajukan Raperda tentang Pengelolaan Sampah di NTB.

Baginya, pengelolaan sampah merupakan suatu bentuk pelaksanaan pelayanan publik. Pemprov secara institusional memiliki wewenang dan tanggung jawab di bidang pengelolaan sampah. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks