alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Bom Waktu Korona Klaster Gowa, NTB Butuh Upaya Luarbiasa

KLASTER Gowa, Sulawesi Selatan benar-benar menjadi bom waktu. Dari 93 kasus positif Covid-19 di NTB, 61 orang dari klaster Gowa. Jumlah itu masih bisa terus bertambah.

”Klaster ini paling aktif dalam penyebaran Covid-19,” kata Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Gugus Tugas NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (20/4).

Dalam rilis terbaru Pemprov NTB tadi malam, 21 orang pasien positif semuanya klaster Gowa. Dua orang di antaranya merupakan anggota keluarga yang tertular. ”Kewasapadaan masyarakat  sangat penting saat ini, khusunya dalam melawan penyebaran transmisi  lokal,” kata Khalik.

Warga dari klaster ini yang  sudah di-rapid test hingga saat ini 1078 orang. Hasilnya, 273 diantaranya reaktif. Hasil tes ini berpeluang mengarah ke positif.

”Ini langsung diisolasi,” katanya.

Sementara jamaah dengan hasil rapid test non reaktif diwajibkan mengisolasi diri dan dilakukan pengawasan oleh kabupaten/kota.

Dia berharap, semua orang yang melalukan perjalanan ke daerah terjangkit, khususnya jamaah tablig yang ke Gowa, menaati himbauan pemerintah.  ”Sikap kooperatif yang sudah baik saat ini harus terus  ditingkatkan,” katanya.

Termasuk warga yang pernah kontak langsung dengan jamaah klaster Gowa harus koperatif. ”Caranya datangi petugas petugas kita untuk minta diperiksa,” imbuhnya.

Tim Gugus Tugas NTB, kata Khalik, terus melakukan pencegahan dengan imbauan cuci tangan, pakai masker, jauhi keramaian, dan menyiapkan tempat-tempat cuci tangan.  ”Khusus  kluster Gowa komunikasi  gugus tugas, TNI dan  Polri kepada mereka trus dilakukan,” katanya.

Terbukti sudah 1.100 lebih orang yang mau rapid test. Upaya itu akan terus berjalan. ”Bahkan yang ada data dan belum datang memeriksakan diri, dijemput petugas,” jelasnya.

Keluarga pun Tertular.

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas NTB mengkonfirmasi 21 kasus Covid-19 baru. Mereka semua klaster Gowa, tiga orang dari Kabupaten Sumbawa, 10 orang asal Kabupaten Bima, dua orang asal Lombok Tengah,  lima orang asal Mataram, dan satu Lombok Barat.

”Hari ini telah diperiksa 68 sampel dengan hasil 45 sampel negatif, dua pasien sampel ulangan positif, dan 21 sampel baru positif Covid-19,” kata Sekda Gita.

Kasus baru positif tersebut, antara lain pasien nomor 73, Tn. S, 57 tahun, pasien nomor 74, Tn. AS, 30 tahun, dan pasien nomor 75, Tn. H, 30 tahun. Ketiganya berasal dari  Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. ”Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa-Makassar. ”Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik,” jelasnya.

Kemudian 10 orang lainnya asal Kabupaten Bima. Mereka adalah pasien nomor 76, Ny. R, 38 tahun, asal Desa Kananga, Kecamatan Bolo. Ia tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Tapi kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa-Makassar.

Pasien nomor 80, anak-anak, inisial IA, 14 tahun, dari desa yang sama. Ia juga kemungkinan tertular klaster Gowa. ”Punya riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar,”  jelasnya.

Warga Desa Kananga yang tidak melakukan perjalanan ke Gowa namun positif Covid-19 yakni pasien nomor 79, Ny. IJ, 63 tahun. ”Pasien kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa,” jelas Gita.

Lima warga Desa Kananga lainnya positif setelah melakukan perjalanan ke Gowa yakni pasien nomor 77, Tn. I, 38 tahun, pasien nomor 81, an. Tn. B, laki-laki, usia 32 tahun, pasien nomor 83, Tn. S, 65 tahun, pasien nomor 84, Tn. S, 30 tahun, dan pasien nomor 85, Tn. MS, 33 tahun.

Pasien positif lainnya yakni pasien nomor 82Tn. A, 57 tahun, penduduk desa Kore, Kecamatan Sanggar. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 78, Tn. AH, 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape, Kecamatan Bolo. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit tapi kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa. ”Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik,” ujarnya.

Delapan lainnya dari Pulau Lombok yakni pasien nomor 86, Tn. MZ, 28 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, dan pasien nomor 87, Tn. A, 60 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. ”Keduanya pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar,” jelasnya.

Pasien nomor 88, anak-anak berinisial MA, 13 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah ke daerah terjangkit tapi kontak erat dengan orang yang melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 89, Tn. MF, 49 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit.

Pasien 90, Tn. SMP, 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien 91, Tn. A, 36 tahun, penduduk Keluarahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, dan pasien 93, Tn. R, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Dayen Pekan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. ”Ketiganya pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar,” jelasnya.

Sementara pasien 92, Ny. HK, 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah ke daerah terjangkit tapi kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Dengan adanya tambahan 21 kasus baru total se-NTB 93 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, empat meninggal dunia, serta 78 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Dengan seluruh kasus ini, maka kini semua kabupaten/kota di NTB telah memiliki pasien positif Korona. Dengan hasil ini, maka seluruh dareah di NTB masuk zona merah. Tak ada lagi zona hijau seperti hari sebelumnya.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks