alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

JPS “Tak” GEMILANG, Paket Belum Siap Akhirnya Pakai Minyak Pabrikan Luar

MATARAM-Paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang milik Pemprov NTB amburadul. Perdana disalurkan 16 April lalu di Kota Mataram, rupanya paket bantuan tersebut belum lengkap. Dari 10 item jenis bantuan yang harusnya ada dalam paket tersebut, yang baru ada saat ini cuma beras dan telur.

Item-item bantuan lainnya yang harusnya ada dalam satu paket JPS Gemilang tersebut seperti minyak goreng produksi IKM NTB yang dibeli seharga Rp 33 ribu satu liter, ikan kering 1 ons, susu kedelai/serbat jahe, masker non medis 3 buah, sabun lokal antiseptik 60 ml, teh kelor 1 pack (10 sachet), dan minyak kayu putih 10 ml, belum ada.

”Saya tidak tahu jenisnya seperti apa. Tapi yang jelas baru kita terima beras dan telur saja,” kata Camat Ampenan Syamsul Irawan, di kantornya, kemarin (20/4).

Jika merujuk jadwal pendistribusian bantuan JPS Gemilang, pendistribusian bantuan untuk Kota Mataram harusnya sudah beres pada 16-18 April. Sementara saat ini, sesuai jadwal, perhatian Pemprov NTB sudah beralih pada pendistribusian yang dilakukan di Lombok Barat dan Lombok Utara. Pendistribusian berlangsung pada 19-24 April.

Selanjutnya pendistribusian dilanjutkan ke Lombok Tengah dan Lombok Timur pada 22-27 April. Dilanjutkan ke Sumbawa dan Sumbawa Barat pada 22-26 April. Baru ke Dompu, Bima, dan Kota Bima pada 22-28 April.

Pantauan Lombok Post, bantuan beras dan telur itu masih ditumpuk di kantor camat. Beras tersebut berbungkus karung dengan gambar Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam porsi bersar. Sementara telur dalam papan tray dengan diikat tali rapia. Pihak kecamatan belum mendistribusikan karena menunggu perintah lanjutan. ”Karena ini bantuan dari provinsi, kemungkinan akan bersamaan (disalurkan) dengan bantuan lainnya,” kata Syamsul.

Menurutnya, jika langsung dibagi, dikhawatirkan ada reaksi dari warga yang belum mendapatkan bantuan. Di Kecamatan Ampenan hanya diberikan bagi 333 kepala keluarga (KK). Jumlah yang dinilai sangat sedikit.

”Kami pengen seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan, terutama keluarga yang diisolasi,” katanya.

Bila bantuan dibagi saat ini, bisa saja timbul kecemburuan sosial. Sebab warga terdampak Covid-19 cukup banyak. ”Kalau yang dibagikan hanya sedikit mungkin menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang lain,” ujar Syamsul.

Pemprov juga memberikan bantuan berdasarkan nama dan alamat. Sehingga tidak boleh diberikan kepada mereka yang tidak tercantum di dalam daftar penerima. ”Alangkan baiknya kita bagikan sesuai nama-namanya, tapi kalau bisa semuanya, tidak sebagian,” harapnya.

Selain itu, kecamatan juga memverifikasi lagi nama-nama penerima bantuan. Bila ada warga yang sudah meninggal atau pindah tempat tinggal, segera dilaporkan. ”Kita kroscek ke bawah, kalau itu terjadi nanti kita kembalikan lagi ke provinsi melalui dinas sosial,” katanya.

Akui JPS Belum Beres

Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB Hj Wismaningsih Drajadiah mengklaim bahwa penyaluran bantuan JPS Gemilang di Kota Mataram sudah beres. Dia menyebut, bantuan telah disalurkan ke semua kecamatan. Untuk penyaluran ke warga pihak kecamatan yang akan membagi.

”Untuk wilayah Kota Mataram saja ada 2.695 paket,” katanya.

Karena Mataram sudah beres, maka bantuan kini sudah dilanjutkan distribusinya untuk Lombok Barat, dan Lombok Utara.

Khusus untuk Lombok Utara, semetnara baru di Kecamatan Pemenang dan Tanjung. Sementara di Lombok Barat di kecamatan Lingsar dan Batu Layar. Namun, masih ada waktu hingga 24 April untuk melengkapi pendistribusian.

”Kami harap ini benar-benar terealisasi sesuai sasaran yang kita tuju,” katanya.

Untuk kualitas bantuan, Wismaningsih menjamin beras yang dibagikan beras premium dengan kualitas bagus. Termasuk telur yang dibagikan kualitasnya bagus.

Namun, disinggung soal item bantuan yang belum lengkap, Wismaningsih tak menampiknya. Minyak goreng yang akan dibeli Pemprov NTB senilai Rp 33 ribu seliter saat ini masih dalam proses pengadaan. Minyak goreng mahal itu akan dibeli dari Industri Kecil dan Menengah di NTB dan dilaksankaan Dinas Perindustrian NTB.

”Yang lainnya insya Allah sudah siap, termasuk teh, minyak kayu putih sudah siap,” klaim Wismaningsih.

Dia menyebutkan, minyak goreng belum tersedia karena produksi IKM masih terbatas. ”Kami masih menunggu saja, tapi mungkin kami akan ambil alih supaya secepatnya,” kata Wisma.

Dinas Sosial NTB akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan pihak lainnya agar bantuan segera dibagikan. Sebab, komponen minyak goreng harus ada.

”Arahan Pak Gubernur kalau memang kemampuan IKM segitu tidak bisa kita paksakan, mungkin diganti atau apa nanti bentuknya,” jelas Wisma.

Sedangkan bantuan lain seperti masker, teh kelor, susu kedelai atau serbat jahe, hingga sabun antiseptik menurut Wisma tidak ada masalah. Pengadaan masker ditangani Dinas Koperasi dan UKM NTB.

Pakai Minyak Pabrikan

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti yang dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa pihaknya kesulitan memenuhi pengadaan minyak goreng 105 ribu liter dari IKM lokal. Karena itu, untuk bulan April, bantuan akan menggunakan minyak pabrikan. Hal ini akan berlangsung sampai IKM yang memproduksi minyak goreng dengan banderol Rp 33 ribu seliter tersebut siap memproduksi secara berkelanjutan.

”Keberhasilan industrialisasi akan kita lihat tiga bulan akan datang,” katanya.

Diungkapkan Nuryanti, produksi minyak goreng IKM saat ini memang masih bertahap. Produksinya pun masih sangat terbatas. Untuk April ini saja, perkiraan dirinya tak lebih dari 6.000 liter. Tapi, dia yakin, jumlah teresbut akan semakin meningkat di bulan-bulan berikutnya.

”Sesuai kemampuan IKM. Masih manual,” jelas Nuryanti.

Pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar IKM meningkatkan kualitas dan kuantitas melalui bantuan permesinan. ”Pemberdayaan IKM tidak harus target kuantitas, tetapi  kontinuitas produksi yang menjadi target kami,” katanya.(ili/kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks