alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Jelang MotoGP, KEK Mandalika Pasang Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami

PRAYA-Alat deteksi gempa dan tsunami di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai diaktifkan. “Sekarang kita tidak waswas lagi,” ujar Managing Director The Mandalika I Wayan Karioka, kemarin (19/6).

Alat itu, kata dia, mampu membaca dengan cepat gempa dan tsunami yang terjadi. Dengan begitu, pemerintah, ITDC dan masyarakat dengan cepat pula melakukan mitigasi bencana. Mengurangi risiko bencana, menekan korban jiwa dan harta benda. “Bisa dikatakan, alat deteksi gempa dan tsunami ini generasi terbaru dan tercanggih, dari alat-alat yang lain,” ujarnya.

Pengadaan alat itu atas dasar kerja sama ITDC dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI dan Pemkab Loteng. Alat itu juga, sekaligus mendukung persiapan balapan MotoGP di KEK Mandalika. Dengan begitu, pengunjung dan wisatawan tidak perlu khawatir. Apalagi alat tetap menyala selama 24 jam. “Dari pihak BMKG, sudah memberikan pelatihan tata cara operasional alat tersebut,” terang Karioka.

Kendati demikian, pihaknya berharap KEK Mandalika aman-aman saja, tidak terjadi gempa atau tsunami. Lebih lanjut, pihaknya menambahkan saat ini ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), terus berpacu dengan waktu menyelesaikan proyek sirkuit MotoGP. Akhir tahun ini, dipastikan rampung total. “Awal tahun depan, bisa dilaksanakan uji coba sirkuit dan akhir tahun perhelatan MotoGP,” pungkasnya.

Terpisah, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng Murdi juga menyambut baik dipasang dan diaktifkannya alat pendeteksi gempa ini. “Belajar dari musibah gempa tahun 2018 lalu, in syaa Allah sekarang kita lebih siap menghadapinya,” tambah.

Intinya, kata dia, begitu alat deteksi gempat dan tsunami mengeluarkan sinyal atau peringatan, maka warga harus dengan cepat menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. Urusan harta dan benda, tidak perlu dipikirkan. “Yang terpenting nyawa,” pesan Murdi. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks