alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Cegah PNS NTB Korona, Rapat Maksimal Sejam, Tidak Pakai Makan Minum

MATARAM-Pusat penularan Covid-19 bisa terjadi di mana-mana. Tidak terkecuali kantor-kantor pemerintah. Tingginya intensitas aktivitas ASN selama masa pandemi bisa menjadi bumerang.

”Kita khawatir, jangan sampai epicentrum positif Covid-19 itu ada di kantor-kantor. Kita hindari, jangan sampai itu terjadi,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi yang juga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, kemarin (20/7).

Karena itu, mulai saat ini, peserta rapat harus dipastikan dalam kondisi sehat, memiliki hasil rapid test non reaktif, dan suhu tubuhnya normal. Bila suhu tubuhnya 39 derajat Celcius, pegawai tidak boleh ikut rapat.

”Karena itu setiap rapat perlu ada thermo gun pengukur suhu tubuh,” katanya.

Selain itu, setiap presentasi disampaikan secara singkat, padat, dan jelas. Sehingga tidak banyak memakan waktu. ”Diupayakan rapat tidak lebih dari setengah jam atau satu jam,” kata Gita.

Selama rapat peserta juga harus selalu menggunakan masker. Masker tidak boleh dilepas. Bahkan saat berbicara. Sehingga peserta rapat tidak ada kesempatan makan minum. ”Tidak ada makan minum lagi dalam rapat,” tegasnya.

Kebijakan-kebijakan tersebut, lanjut Sekda, merupakan respons pemerintah daerah karena kasus Covid-19 di Indonesia sudah melampaui China dan kasus baru di NTB juga masih tinggi.

”Teman-teman (ASN) ini kan bekerja keras juga. Salah satu kerja pemerintah itu sering ada rapat-rapat,” ujarnya.

Rambu-rambu tersebut dibuat supaya rapat pemerintah tidak menjadi pusat penularan baru. Hal itu juga sesuai anjuran juru bicara Gugus Tugas Covid-19. ”Kita ikuti imbauan juru bicara pusat,” katanya.

Kekhawatiran itu juga bukan tanpa dasar. Sebab, beberapa ASN Pemprov juga terjangkit Covid-19. Bahkan hasil rapid test terbaru menunjukkan, 18 orang anggota Satpol PP NTB menunjukkan hasil reaktif.

Kantor Rawan

 

Sementara itu, dari Jakarta, Gugus Tugas Covid-19 memastikan bahwa pertumbuhan kasus positif Covid-19 kini kian banyak dari perkantoran. Jubir Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, bahwa sebagian besar pertumbuhan kasus positif berasal dari karyawan di kompleks perkantoran.

Hingga kemarin (20/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) mencatat pertumbuhan kasus baru sebanyak 1.693 orang. Menjadikan total kasus Covid-19 nasional sebanyak 88.214 orang. Diimbangi dengan kasus sembuh sebanyak 1.576 orang sehingga menjadi total 46.977 orang.             Selain itu, kasus kematian juga terus bertambah 96 sehingga menjadi 4.239 orang.

Yuri menjelaskan, dalam 1 minggu terakhir, dari analisis penelusuran kontak yang dilakukan oleh Gugus Tugas, penambahan kasus positif lebih banyak berasal dari aktivitas perkantoran. Aktivitas yang selama ini dilakukan dari rumah, namun mulai kembali dilakukan di perkantoran.

”Kami perhatikan kegiatan rapat. Pertemuan rapat yang ada di perkantoran. Kami mengingatkan sekali lagi. Bahwa aktivitas ini kalaupun harus dilaksanakan, lakukan di ruangan sirkulasi udara yang baik,” kata Yuri kemarin (20/7)

Yuri menyarankan rapat-rapat sebaiknya dilakukan di pagi hari. Ruang rapat pun harus dipastikan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindari konsentrasi mikrodroplet. “Buka semua jendela. Sehingga diyakinkan sirkulasi udara baik. Matikan AC. Pastikan udara bergerak,” jelasnya.

Selain itu, kata Yuri, penting untuk membatasi kapasitas ruang. Jika harus diikuti orang banyak, peserta rapat lain bisa mengikuti di ruangan lain dengan metode daring. ”Rapat upayakan lebih dari setengah jam. Hindari penyajian makanan dan minuman yang membuat peserta rapat harus membuka masker,” katanya.

Selain itu, Yuri juga menegaskan bahwa kabar yang beredar tentang thermo gun yang dapat merusak otak tidaklah benar. Ia mengatakan bahwa penggunaan thermal gun sebagai alat ukur suhu tubuh manusia dipastikan aman.

Secara ilmiah menurut Yuri, berbagai ahli sudah mengatakan bahwa thermal gun hanya mengukur suhu tubuh dengan pancaran radiasi sinar inframerah, yang setiap saat pasti akan dipantulkan oleh semua benda yang ada di sekitar. “Hanya inframerah,” jelas Yuri.

Dalam hal ini, Yuri juga memastikan bahwa thermal gun tidak menggunakan sinar laser dan tidak menggunakan sinar radioaktif semacam, x-ray. “Bukan menggunakan laser atau radioaktif sinar X,” katanya.

“Saudara-saudara, ikuti informasi ini dengan cara yang benar. Kesulitan ini tidak usah ditambah dengan berita-berita yang menyesatkan. Karena, ini akan membuat masyarakat semakin panik. Oleh karena itu, inilah yang harus kita jelaskan dan masyarakat agar, memakluminya,” kata Yuri.(ili/jpg/r6)

 

Protokol Rapat Tatap Muka di Kantor

 

  • Peserta yang Sakit Tidak Boleh Ikut Rapat
  • Aturan utama yang perlu diperhatikan adalah karyawan yang ikut meeting tidak boleh sakit. Rapat juga harus dihindari orang yang tanpa gejala.
  • Ruangan Harus Menjamin Aturan Jaga Jarak

Jangan rapat di tempat yang sempit atau membuat peserta lainnya tidak bisa saling menjaga jarak.

  • Ruangan Harus Punya Sirkulasi Udara yang Baik

Kalau sirkulasi udara berjalan baik, ini bisa meminimalisir adanya microdroplet yang bertahan di dalam ruangan.

  • Tidak Menyediakan Makan dan minum

Menyediakan kudapan dalam rapat memberi ruang peserta rapat membuka masker.

  • Bahas yang Penting Saja

Pelaksanaan rapat juga harus dibatasi dengan waktu, maksimal 30 menit saja. Tujuannya, agar tidak banyak yang mengobrol dan menyebarkan virus Korona.

  • Sebagian Peserta Rapat Lewat Daring

Kalau harus meeting tatap muka dan pesertanya banyak, sebagian lainnya tetap secara daring.

  • Buka Masker Boleh, tapi Jangan Bergerak

Mau bicara bisa membuka masker asal jangan bergerak mendekati peserta rapat sehingga droplet tidak akan mengenai orang lain.

 

Sumber: Gugus Tugas

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks