alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

BPK Temukan 20 Penyimpangan Anggaran di NTB

MATARAM-Inspektorat NTB telah menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) penggunaan anggaran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). LHP itu akan ditindaklanjuti dengan menggelar sidang tuntutan perbendaharaan tuntutan ganti rugi (TPTGR). ”Ada 20 temuan yang bakal disidang. Rencana sidangnya Kamis depan (27/8),” kata Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim, Rabu (19/8).

Ditanya lebih rinci mengenai LHP BPK tersebut, Ibnu tak merincinya.”Nah, saya lupa di mana saja temuan itu. Nanti setelah sidang majelis saja ya,” ujarnya.

Sidang TPTGR merupakan proses penuntutan penggantian atas kerugian negara yang muncul. Baik itu dari temuan Inspektorat maupun BPK. ”Melalui sidang itu akan diputuskan, apakah yang bersangkutan memiliki iktikad baik untuk mengembalikan kerugian negara atau tidak,” bebernya.

Berdasarkan aturan, pihak yang dianggap merugikan negara harus mengembalikan temuan tersebut dalam jangka waktu 60 hari. Tetapi, pemahaman jangka waktu 60 hari terhitung semenjak yang bersangkutan sudah memiliki komitmen untuk mengembalikan. “Komitmennya tercantum dalam SKTJM (surat keterangan tanggung jawab mutlak) ditandatangani,” ujarnya.

Komitmen pembayaran kerugian negara dapat dilakukan berbagai cara. Bisa dengan menjaminkan sertifikat tanah, BPKB, dan sebagainya. ”Yang pasti, mereka harus membayar sesuai dengan hasil temuan dan penetapan sidang TPTGR,” bebernya.

Apabila yang bersangkutan sudah menandatangani surat komitmen pembayaran kerugian negara tetapi tak kunjung membayar, baru diserahkan ke jaksa pengacara negara (JPN). ”Apabila tidak mempan, kita akan serahkan ke APH untuk diproses hukum sesuai aturan perundang-undangan. Begitu prosesnya,” jelasnya.

Berapa jumlah anggaran yang sudah dikembalikan dari hasil temuan kerugian negara?  Lagi-lagi Ibnu tak bisa merinci. “Saya lupa angka pastinya,” terangnya.

Yang pasti, trend pemulihan kerugian negara itu cukup bagus. ”Secara nasional, NTB berada di posisi kedua dalam hal pengembalian kerugian negara,” sebutnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks