alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Kepolisian Bertekad Bawa Mataram ke Zona Hijau Bebas Korona

Polresta Mataram tak hendak mengendorkan semangat. Polresta Mataram memastikan akan berada di garis depan bresama TNI untuk membawa Kota Mataram menjadi daerah dengan status Zona Hijau Covid-19. Lima check poin atau posko pemeriksaan di pintu masuk Kota Mataram telah didirikan. Para personel bersiaga dan berjaga secara ketat.

——————————————-

 

MULAI kemarin, Kota Mataram memang sudah meninggalkan status Zona Merah Covid-19 menjadi Zona Oranye. Secra umum, sejumlah kelurahan di Kota Mataram juga telah keluar dari zona merah tersebut.

“Hal itu harus terus ditingkatkan agar Mataram menyandang status Zona Hijau,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, kemarin (20/8).

Untuk menekan penyebaran itu, Polresta Mataram mendirikan posko pemeriksaan di tiap pintu masuk Kota Mataram. Untuk memaksimalkan posko pemeriksaan Guntur turun langsung memimpin pengawasannya.

Guntur turun memantau dan mengawasi posko pengawasan di simpang tiga Ampenan. Pemantauan itu dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kota Mataram dan Satpol PP.

Fokus pengawasannya terhadap pengendara maupun penumpang yang tidak mematuhi protokol kesehatan. “Ditemukan, masih banyak para pengendara yang tidak menggunakan masker saat berkendara,” kata Guntur.

Pengendara  yang tidak menggunakan masker dihentikan. Kendaraan para pengendara yang tidak menggunakan masker ditahan sementara waktu. “Mereka bisa mengambil sepeda motornya jika membawa  menunjukkan masker,” jelasnya.

Tindakan itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Agar mereka  mematuhi dan menjalankan protokol covid-19. “Ini upaya kita untuk pendisiplinan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. Terutama untuk penggunaan masker,” tegas Guntur.

Selain itu, bagi pengendara yang juga tidak menggunakan helm ditindak. Petugas memberikan sanksi tambahan. “Untuk pelanggar pria yang tidak menggunakan masker atau helm diberikan sanksi push up,” ujarnya.

Selain itu, pelanggar juga diberikan sanksi  menyanyikan lagu-lagu perjuangan atau kebangsaan. Upaya tersebut untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat.

“Sanksi seperti itu berlaku sebelum pelanggar pulang dan mengambil motornya,” ungkapnya.

Dia berharap warga menjadi semakin sadar untuk menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

Guntur mengatakan, penyebaran Covid-19 di Kota Mataram saat ini mulai menurun. Sehingga pengawasan tentang kedisiplinan masyarakat terus ditingkatkan.

“Sekarang Kota Mataram sudah tidak lagi zona merah. Tapi sudah zona oranye. Tentunya ini harus kita tingkatkan,’’ paparnya.

Bukan hanya posko pemeriksaan saja yang diawasi. Guntur juga meningkatkan pengawasan di lokasi wisata. Pengelola dan pengunjung tempat wisata diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Yaitu tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Dari pengawasan yang dilakukan di dua tempat itu, menurutnya 90 persen masyarakat yang ditemui sudah menggunakan masker. “Itu tadi dari pengawasan dan pengecekan yang kita lakukan di lima titik. Keasadaran masyarakat sudah cukup tinggi,’’ katanya.

 

Lagu Kebangsaan

 

Sementara itu, pada malam sebelumnya, jajaran Polresta Mataram juga menggelar patroli skala besar di berbagai wilayah di Kota Maju dan Religius ini. Patroli melibatkan personel gabungan. Di sini juga, mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan langsung diberikan sanksi.

“Sanksi di tempat langsung kita terapkan. Kita minta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Ada lagu Indonesia Raya dan lagu perjuangan lainnya,’’ kata Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik yang memimpin patroli skala besar Rabu malam (19/8) tersebut.

Selain terkait penegakan protokol kesehatan, patroli skala besar tersebut juga untuk mengantisipasi kasus pelanggaran kamtibmas. Berikutnya juga mendatangi pusat-pusat keramaian masyarakat yang ada di Kota Mataram.

Di sejumlah tempat keramaian, petugas tanpa letih terus memberikan imbauan kepada warga untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Dengan cara tetap menjaga jarak, selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Imbauan tetap kita berikan untuk selalu patuh menjalankan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19,’’ katanya.

Sebelum patroli skala besar dilaksanakan, personel gabungan melaksanakan apel kesiapan di halaman Pendopo Wali Kota Mataram. Polresta Mataram menurunkan 35 personel dari gabungan fungsi. Berikutnya 20 personel TNI, 4 orang anggota Dinas Perhubungan Kota Mataram dan 15 anggota Satpol PP Kota Mataram dan Provinsi NTB.

Patroli diawali dengan mendatangi kedai kopi di Jalan Sriwijaya dan Jalan Majapahit. Berikutnya dilanjutkan ke wilayah Punia dan Jalan Catur Warga. Selanjutnya menyasar PKL di Jalan Cilinaya. Dilanjutkan dengan mendatangi tempat-tempat hiburan di Kota Mataram. Di antaranya Lombok Plaza Karaoke. Di beberapa lokasi yang didatangi petugas menemukan beberapa pelanggar protokol kesehatan. Pengunjung yang melanggar langsung diberikan sanksi. Patroli berakhir dan kembali ke Pendopo Wali Kota Mataram.

“Patroli skala besar masih akan kita lanjutkan untuk memberikan imbauan tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan,’’ kata Taufik. (arl/kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks