alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

MATARAM-Kesiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika mengkhawatirkan. Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih menilai persiapan masih sangat minim.

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Hal itu diungkapkannya setelah meninjau lokasi pembangunan sirkuit di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Ia menangkap belum ada gairah dan nuansa kemeriahan menyambut event internasional MotoGP.

Kondisi itu menurutnya kurang bagus. Sebab masyarakat lokal merasa tidak dilibatkan dalam menyambut event tersebut. Padahal tahun depan balap MotoGP akan digelar di kampung halamannya.

Setelah bertanya ke dirut PT ITDC, promosi baru akan dilakukan setelah konstruksi jadi. Baginya, hal itu kurang tepat. Harusnya promosi dan pembangunan dilakukan secara beriringan.

”Promosi untuk meningkatkan awareness itu harus simultan tidak parsial,” kata Presiden Persik Kediri FC tersebut.

Dengan jawaban seperti itu, ia menangkap ada keraguan operator bisa menyelesaikan konstruksi tapat waktu. ”Di sini saya khawatir terkait penyelenggaraan MotoGP di KEK Mandalika,” tambahnya.

Penyelenggaraan Asian Games saja, promosi dilakukan dua tahun sebelumnya. Harusnya, MotoGP yang skalanya lebih besar harus dipromosikan secara masif jauh-jauh hari. Sehingga masyarakat merasakan gairahnya.

Selain itu, progres pembangunan infrastruktur pendukung juga masih sangat kurang. Baik akses jalan di luar kawasan maupun sarana penginapan seperti hotel-hotel di kawasan tersebut.

Misalnya terkait kesiapan hotel untuk penginapan bagi para tamu yang akan menonton ajang tersebut. Data PHRI menunjukkan, NTB hanya memiliki 20 ribu kamar penginapan. Sementara versi ITDC, event tersebut akan dihadiri 300 ribu tamu.

Sementara progres pembangunan Pullman Hotel milik ITDC juga masih minim. Padahal, peletakan batu pertama dilakukan sejak 2016 silam, dengan anggaran Rp 658 miliar. “Pembangunan Pullman Hotel ini sangat lambat,” kata dewan dapil Jawa Timur VIII itu.

Tidak hanya Pullman, pembangunan hotel lain seperti hotel Royal Tulip, Paramount, Golden Tulip, Marriot, Aloft Hotel, Mandalika Beach Club, Marta Hotel, Grand Aston, Cocomart, dan Laza Hotel juga lambat. “Tidak ada yang selesai, hanya pembangunan SPBU dan Sea Water Reverse Osmosi SWRO (untuk air) saja,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, ia mempertanyakan bagaimana peran ITDC selama ini dalam menuntaskan masalah penunjang KEK Mandalika. Dari sisi serapan tenaga kerja juga sangat minim. Dengan investasi besar, ditargetkan KEK Mandalika akan menyerap 587 ribu orang dan pendapatan Rp 40 triliun sampai 2025. “Ini juga menjadi sorotan anggota  komisi VI,” katanya.

Ia meminta Pemprov NTB tidak diam dengan kondisi tersebut. Semua elemen masyarakat di NTB harus dilibatkan. “Sehingga semua merasa memiliki dan praevent bisa memperkuat branding Lombok Sumbawa di mata dunia,” harapnya.

Terpisah, VP Corporate Secretary PT ITDC Miranti Nasti Rendranti yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. ”Mohon tunggu sebentar. Kami sedang proses rekaman jawaban yang sudah disampaikan atas pertanyaan tersebut saat rapat,” katanya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks