alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Kebut Vaksinasi, Pemprov NTB Siapkan 900 Vaksinator Baru

MATARAM-Percepatan vaksinasi terus diupayakan Pemprov NTB. Salah satunya dengan menambah jumlah vaksinator. ”Sampai Februari ini, kita sudah latih sampai 900 orang,” kata Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan I Gede Dewa Oka Wiguna.

Tambahan vaksinator ini untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi di kabupaten/kota. Apalagi NTB butuh sekitar 3.000 vaksinator. Hingga Februari ini, total sudah ada sekitar 1.650 vaksinator. Sebanyak 350 di antaranya, merupakan petugas lama, yang sebelumnya rutin melakukan imunisasi.

Percepatan dilakukan dari awal penyuntikan vaksin. Dimulai dari tenaga kesehatan (naeks). Hingga 20 Februari, persentase vaksinasi nakes menunjukkan progres yang cukup baik. Untuk dosis pertama sudah sebanyak 89,9 persen. Adapun dosis kedua mencapai 40,8 persen. ”Itu tetap kita kejar target, Februari ini harus tuntas,” ujarnya.

Setelah nakes, vaksinasi tahap kedua bisa dilakukan. Dimulai di Maret nanti. Di tahap kedua ini, ada sekitar 11 kelompok prioritas yang menjadi sasarannya. Seperti lansia; pedagang pasar; pendidik; ASN; petugas keamanan seperti TNI Polri; petugas pariwisata; pelayan publik; atlet; wartawan; serta pekerja transportasi publik.

Prioritas lansia di tahap kedua, tak lepas dari kondisi penyebaran kasus covid. Di NTB, lansia menyumbang sekitar 12 persen dari total kasus positif covid atau sekitar 1.057 kasus berdasarkan data per 16 Februari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 persen meninggal dunia dengan komorbid.

Dengan menjaga target ini, pelaksanaan vaksinasi di tahap berikutnya bisa cepat dilakukan. Termasuk untuk masyarakat NTB. Dengan jumlah sasarannya mencapai sekitar 3 juta penduduk.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, target vaksinasi diharapkan bisa lebih cepat. Tidak lagi dalam satu tahun. Melainkan enam bulan. ”Kalau bisa enam bulan. Lebih cepat lebih baik,” ujar Rohmi.

Percepatan vaksin akan berpengaruh positif untuk perlawanan terhadap pandemi. Rohmi melihat salah satu upaya efektif untuk mengurangi dampak penyebaran wabah dengan mempercepat vaksinasi. “Demi mempercepat herd immunity,” harapnya.

Selain itu, Rohmi juga meminta dinas kesehatan lebih progresif dalam melakukan Testing, Tracking, dan Treatment (3T). “Rapid test antigen ini adalah angin segar bagi kita, untuk melakukan tracking, sehingga bisa lebih cepat ditangani,” katanya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks