alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Baru 5.663 Lansia di NTB Divaksin

MATARAM-Vaksinasi untuk lansia masih jadi pekerjaan rumah Pemprov NTB. Dari sasaran 13.336 orang, hingga 20 Maret baru tercapai 5.663 orang atau hanya sekitar 40,9 persen.

”Kalau (vaksinasi lansia) tidak selesai di Kota Mataram, tidak bisa lanjut ke daerah lain,” kata Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.

Meski dimulai bersamaan pada Maret ini, jika dibandingkan dengan petugas pelayan publik, progres lansia cukup rendah. Di waktu yang sama, pencapaian vaksinasi dosis pertama untuk pelayan publik bahkan sudah mencapai 30.484 orang. Sudah 140,6 persen lebih banyak dari target semula 21.681 orang.

Eka mengatakan, ada perbedaan karakteristik vaksinasi pelayan publik dengan lansia. Untuk pelayan publik, vaksinasi bisa dilakukan dengan cepat melalui sistem komando. Ada perintah dari atasan yang secara langsung bisa mempengaruhi masing-masing individu.

Berbeda dengan lansia yang kebanyakan independen atau hanya bergantung kepada keluarganya saja. Kondisi ini cukup mempengaruhi tingkat kedatangan lansia ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk melakukan vaksinasi.

”Pergerakan secara administratif sudah dilakukan. Tapi memang eksekusinya belum selesai. Masih banyak yang maju mundur,” ujar Eka.

Vaksinasi untuk lansia bisa dilakukan di semua fasyankes. Seperti rumah sakit dan puskesmas. Pelayanan ini bakal diperluas. Salah satunya melalui posyandu atau vaksinasi drive thru. Sehingga lansia tidak perlu terlalu jauh bepergian untuk mendapat vaksin.

”Itu beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mempercepat vaksinasi lansia. Kita upayakan jemput bola,” tuturnya.

Menurut Eka, vaksinasi lansia di Kota Mataram memang harus dipercepat. Sebab akan mempengaruhi waktu vaksinasi untuk sembilan kabupaten/kota lain di NTB.

Selain itu, lansia merupakan salah satu prioritas untuk dilindungi di masa pandemi covid sekarang. Sebabnya, dari data jumlah kematian yang terjadi akibat covid di NTB, didominasi umur 60 tahun ke atas. ”Angka kematian tertinggi itu dari kategori lansia,” kata Eka.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, vaksinasi terhadap lansia maupun pelayanan publik diharapkan bisa tuntas selama dua bulan ini. Dari Maret hingga April. ”Setelah itu baru kita lanjut ke sasaran yang lain,” katanya.

Untuk tahap kedua, NTB sudah menerima tambahan vaksin. Jumlahnya sebanyak 115.900 dosis. Alokasi vaksin ini dimanfaatkan untuk memenuhi dosis kedua pada kelompok lansia di ibu kota provinsi. Serta pemberian dosis kesatu untuk daerah lain.

”Vaksin termin kedua ini kita akan distribusikan bertahap. Sesuai kapasitas dan stok di wilayah masing-masing,” ujar Fikri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks