alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Penyaluran JPS Gemilang Terhambat, Tunggu Barang Bantuan Lengkap

PEMPROV NTB menjawab kondisi belum lengkapnya paket JPS gemilang yang hendak disalurkan ke warga terdampak korona. Pemprov menyebut  paket  baru akan dibagikan ke warga jika seluruh komponen bantuan telah lengkap.

”Akan dibagikan dalam kondisi komplet,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, pada Lombok Post, kemarin (21/4).

Gede menjelaskan, bantuan yang telah didistribusikan ke kantor camat belum dibagikan sembari menunggu isi paket bantuan lain komplet dulu. ”Ketika dibagi ke masyarakat nanti paketnya sudah lengkap,” katanya.

Pemprov, kata Gede, mempersilakan warga mengawasi sebagai kontrol terhadap pemerintah. ”Pak Gubernur tetap berkomitmen untuk membantu warga yang terdampak,” ujarnya.

Di samping itu, saat ini verifikasi data juga dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Mereka akan mengecek ulang data-data penerima JPS gemilang. ”Data diverifikasi dulu agar penerima dobel dan tidak ada kecemburuan sosial,” katanya.

Bantuan minyak goreng juga sudah tidak ada masalah, tinggal didistribusikan. Untuk sementara pemerintah akan membeli minyak goreng pabrikan yang sudah tersedia. ”Masing-masing KK nanti akan menerima dua liter,” katanya.

Meski demikian, konsep pemberdayaan industri kecil menengah (IKM) yang digagas gubernur NTB tetap jalan. Berapa pun minyak yang diproduksi IKM akan diserap. Untuk sementara mereka mampu 6.000 liter terlebih dahulu. Kekurangannya akan dibeli dari minyak pabrikan yang sudah tersedia.

”Konsepnya tetap produksi IKM terserap, sehingga pada saatnya nanti setelah Covid-19 mereka bisa mandiri,” jelas Gede, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas NTB itu.

Menurutnya, semua kekurangan yang ada saat ini akan diperbaiki. Sehingga penyaluran bantuan JPS gemilang sesuai tujuan awal membantu meringankan beban warga terdampak Covid-19. ”Tapi ini butuh konsentrasi, semua pihak saling menguatkan,” katanya.

Pemprov juga sudah menguatkan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan JPS itu. ”Sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari,” katanya.

Terpisah, Inspektur NTB H Ibnu Salim mengatakan, pihaknya terus melakukan pendampingan pada setiap kegiatan penanganan Covid-19. ”Kami bersama BPKP dan tim dari unsur APH,” kata Ibnu Salim.

Setiap usulan anggaran penanganan dana tidak terduga, mereka tinjau dan dilakukan pendampingan dalam pelaksanaan. ”Kita melakukan asistensi,” katanya.

Termasuk pengadaan barang JPS Gemilang. Pengadaan tetap berpedoman pada prinsip efektif, efisien, transparan dan tetap berpedoman pada harga terbaik. ”Setiap harga pasti ada kajian,” katanya.

Kajian dalam konteks itu, kata Ibnu Salim, dilihat dari sisi apakah ada kelangkaan, aspek kecepatan waktu penyediaan, dan kebutuhan apakah akan mampu dipenuhi atau tidak. Termasuk aspek-aspek lain seperti tujuan pemberdayaan IKM lokal. ”Semua proses dari awal kami pantau dan berikan pendampingan,” katanya.

Tak Sempat Cek Minyak Goreng

Sementara itu, di Lombok Utara, bantuan JPS Gemilang Pemprov NTB sudah tiba di Kecamatan Pemenang dan Tanjung. Hanya saja, untuk Lombok Utara, meski ada item yang belum komplet, bantuan tersebut telah disalurkan pihak kecamatan ke desa. Nantinya pihak desa yang akan menyalurkannya untuk 2.174 KK di dua kecamatan tersebut.

Camat Tanjung Samsul Bahri menuturkan, bantuan JPS Gemilang tersebut awalnya diperuntukkan bagi 1.312 KK. Namun kembali ditambah sebanyak 400 KK sehingga menjadi 1.712 KK.

“Penambahan 400 itu bagi formal dan informal usaha, seperti yang di PHK, dan pengganguran,” tutur dia.

Samsul mengungkapkan, bantuan tersebut tersebar di semua desa di Kecamatan Tanjung. Rinciannya yakni Desa Tegal Maja sebanyak 200 KK, Desa Teniga sebanyak 254 KK, Desa Jenggala sebanyak 223 KK, Desa Tanjung sebanyak 423 KK, Desa Sokong sebanyak 377 KK, Desa Medana 66 KK dan Desa Sigar Penjalin 169 KK.

Mantan Sekdis Kesehatan Lombok Utara itu mengatakan, paket JPS Gemilang itu terdiri dari 5 kilogram beras, satu tray telur, dan paketan bungkus. Dalam paketan bungkus tersebut berisikan susu kedelai, teh ekstrak kelor, minyak kayu putih, dan masker.

“Minyak goreng kurang saya perhatikan, karena paket yang datang itu sudah dibungkus di Kecamatan. Sedangkan yang lainnya langsung di bawa ke Desa,” aku Samsul.

“Sudah langsung kita dropping ke desa-desa untuk segera dibagikan,” kata dia.

Terpisah, Camat Pemenang Suhadman mengaku ada 462 paket JPS Gemilang tiba di Kecamatan Pemenang. Artinya ada 462 KK yang akan menerima bantuan tersebut di semua desa. Yakni Desa Pemenang Barat, Desa Pemenang Timur, Desa Malaka, dan Desa Gili Indah.

“Maaf, masing-masing desa belum bisa saya rincikan karena belum diserahkan petugas. Yang jelas tiap desa berbeda-beda,” kata dia.

Terkait isi paket JPS Gemilang, Suhadman mengungkapkan hal sama seperti Camat Tanjung. Semua paket tersebut diterima dalam kondisi yang baik dan langsung diserahkan ke masing-masing desa.

“Nanti desa yang akan membagikan pada warga mereka,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Kecamatan Tanjung Budiawan membenarkan 423 KK menerima bantuan JPS Gemilang. Bantuan tersebut sudah mulai disalurkan ke tiap warga sesuai data.

Kata dia, 423 KK tersebut nantinya tidak akan menerima bantuan dari program lain. Seperti bantuan Kemensos maupun bantuan Pemkab. Meski pun nama KK mereka ada tercantum dalam bantuan lainnya.

“Mereka cukup menerima dari sini,” tegas dia. (ili/fer/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks