alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Riwayat Penularan Tak Terdeteksi, Warga Labuapi Tiba-tiba Positif Korona

MATARAM-Ancaman penularan lokal virus Korona bukan hanya isapan jempol. Kemarin (21/4), dipastikan ada satu pasien positif Korona tanpa klaster.

“Belum diketahui asal usul penularannya,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB H Lalu Gita Ariadi.

Pasien tanpa klaster tersebut yakni Nyonya N, berusia 62 tahun, penduduk Desa Bengkel Selatan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Nyonya N tercatat sebagai pasien positif nomor 99. Dia tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Selai itu ia tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif korona.

Menurut Gita awalnya pasien datang ke rumah sakit karena batuk, sesak, demam, dan riwayat bronkhitis dan kini diisolasi di RSUD NTB. Kondisinya fisiknya dilaporkan dalam keadaan baik.

Dengan kasus ini, maka ini menjadi kasus kedua di Lombok Barat yang merupakan pasien tanpa klaster. Sebelumnya, seorang balita berusia dua tahun asal Gunungsari juga tertular tanpa diketahui dari mana. Bersyukurnya, balita tersebut kini sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Korona.

Lombok Barat sendiri bersama Mataram dan Lombok Timur kini telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan sebagai daerah zona merah dengan transmisi lokal.

15 Kasus Baru

Sementara itu, secara keseluruhan, kemarin, terdapat 15 kasus positif baru di NTB. Sehingga kasus pasien positif di NTB mencapai 108 orang. Sebanyak 11 orang di antaranya sembuh, empat orang meninggal dunia, dan 93 orang masih dirawat.

Gita Ariadi menyebut, dari 74 sampel yang diperiksa, 55 sampel negatif, empat pasien sampel ulangan masih positif, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dari 15 kasus baru itu, 14 kasus merupakan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Baik yang jamaah tablig yang pernag ke Gowa, maupun keluarga yang tertular.

Selain Nyonya N, ke-14 pasien positif lainnya masuk klaster Gowa. Yakni pasien nomor 94, Ny. M, 33 tahun tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Pasien nomor 95, Ny. S, 30 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Pasien nomor 96, Ny. JH, 29 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Pasien nomor 97, Ny. R, 65 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Pasien nomor 98, Tn. U, 74 tahun, penduduk Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. ”Dia dirawat di RSUD Selong dalam kondisi baik,” katanya.

Sementara sembilan pasien lainnya asal Kota Mataram. Delapan di antaranya jamaah tablig yang pernah ke Gowa. Sebagian besar dari Kecamatan Ampenan. Saat ini semuanya dikarantina di Wisma Nusantara, Mataram, dengan kondisi baik. Sementara satu orang tidak ke Gowa, tapi tertular klaster Gowa.

Delapan warga Kecamatan Ampenan itu yakni pasien nomor 100, Tn A, 50 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, pasien nomor 101, Tn. KM, 22 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, pasien nomor 102, Tn. RA, 55 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, dan pasien nomor 104, Tn. H, 46 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan.

Berikutnya pasien nomor 106, Tn. MZ, 42 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, pasien nomor 107, Tn. H, 32 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, pasien nomor 108, Tn. AA, 14 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro.

Sedangkan pasien nomor 103, Ny. RM, 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik.

”Satu lagi pasien nomor 105, Tn. CAF, 25 tahun, penduduk Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara, dia pernah ke Gowa Makassar,” jelasnya.

Peningkatan jumlah itu tidak perlu membuat warga panik. Namun tetap harus waspada dan disiplin melaksanakan seluruh protokol penanganan Covid-19 untuk mencegah penularan. ”Peningkatan ini menunjukkan pemerintah dapat mengidentifikasi pola penyebaran virus dengan peta lima klaster penyebarannya,” katanya.(ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks