alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

BRSPDSN Mahatmiya Bali Bantu Warga Disabilitas Netra NTB

MATARAM-Kementerian Sosial (Kemensos) menurunkan bantuan untuk disabilitas netra. Bantuan disalurkan melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Mahatmiya, Bali.

Bantuan yang diturunkan berjumlah 1.807 paket sembako. Dibagi untuk tiga wilayah. Jawa Timur sebanyak 662 paket; Bali 515 paket; dan NTB sebanyak 630 paket.

Kepala Balai Mahatmiya Sutiono mengatakan, paket sembako yang diberikan dikhususkan untuk disabilitas netra. Di empat wilayah di NTB. Kota Mataram; Lombok Timur; Lombok Barat; dan Lombok Tengah.

”Kamis kemarin kita lakukan di Mataram dan Lombok Timur. Hari ini Lombok Tengah dan Lombok Barat,” kata Sutiono.

Di masa pandemi Covid-19 sekarang, sangat berat dirasakan disabilitas netra. Nyaris sudah tak ada lagi masyarakat yang memakai jasa mereka. Untuk pijat atau massage. Sebab ada kekhawatiran dari banyak pelanggan, terhadap penyebaran Covid-19.

Kata Sutiono, keterbatasan gerak mereka, membuat disabilitas netra sulit untuk mencari pekerjaan lain. Sehingga dengan bantuan yang diberikan diharapkan bisa membantu kebutuhan mereka selama masa pandemi.

”Pelanggan takut ada kontak, padahal massage itu jadi penghasilan utama. Jadi ada kepedulian dari Kemensos melalui Mahatmiya Bali,” tuturnya.

Bantuan yang diberikan senilai Rp300 ribu. Berisi beras lima kilogram; biskuit satu kaleng; minyak goreng dua liter; mie instan delapan bungkus; sarden dua kaleng; telur setengah kilogram; sabun mandi; dan sabun cuci.

Meski tidak banyak, Sutiono berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk penerimanya. ”Dananya dari penyisihan anggaran balai. Mudah-mudahan bisa bermanfaat,” tuturnya.

Sekdis Sosial Kota Mataram Gusti Ayu Sri Mahakamiati mengatakan, dampak Covid-19 memang sangat luar biasa. Dirasakan nyaris semua lapisan masyarakat. ”Saya pikir bantuan ini jangan dilihat berapa banyak atau harganya. Tapi kita harus sangat bersyukur dengan bantuan ini,” katanya. (dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks