alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Virus Korona Tidak Akan Benar-benar Hilang dari NTB

VIRUS Covid-19 tidak akan benar-benar hilang, virus tersebut akan tetap ada meski pandemi sudah berarkhir. ”Karena dia kan tidak bisa langsung habis, tapi satu dua (kasus) dengan tingkat keparahan tidak terlalu tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, pada Lombok Post, kemarin (21/6).

                Di samping itu, hingga saat ini vaksin virus Korona belum ditemukan. Karena itu, masyarakat harus benar-benar mawas diri. Menerapkan protokol Covid-19 dalam aktivitas sehari-hari. ”Jalan satu-satunya jaga diri kita sendiri sih, vaksinnya kita perkuat diri sendiri,” jelasnya.

Saat ini, ketika pemerintah mulai membolehkan aktivitas perekonomian dibuka, masyarakatlah yang harus betul-betul menjaga diri. Jika warga tidak mau nurut pada tatanan baru, dampaknya akan sangat besar, semua akan merasakan akibatnya. ”Selamat datang di kasus-kasu baru. Ada harga yang harus dibayar, kita semua harus siap terima risiko,” ujarnya.

Bila tidak ingin merasakan dampak lebih besar, maka semua protokol Covid-19 diikuti dengan disiplin tinggi. ”Tatanan baru berlaku bagi semua sektor, di lingkungan kerja, pasar, atau mengadakan pertemuan juga dengan tatanan baru,” katanya.

Warga tidak boleh lagi menyepelekan tatanan baru dibuat pemerintah untuk keselamatan bersama. Sekedar cuci tangan dan masker, itu sangat berperan besar dalam pencegahan.

Kemarin, tambahan 11 kasus positif Covid-19 baru, 13 orang tambahan pasien sembuh, dan satu kasus kematian baru. Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 di NTB mencapai 1.067 orang. Sebanyak 736 orang sudah sembuh, 45 meninggal dunia, serta 286 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

”Hari ini pasien meninggal yakni pasien nomor 1064, an. Tn. J, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, dalam keterangan persenya.

Dengan terus ditemukannya kasus positif Covid-19 baru dengan penularan lokal, dihimbau kepada masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Senantiasa menggunakan masker jika keluar rumah, menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, menjaga pola hidup besih dan sehat. ”Hindari stres serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.

Kasus Covid-19 di NTB masih berpotensi bertambah, sebab jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 464 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) 205 orang. Kemudian orang tanpa gejala (OTG) yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala 1.560 orang. Sedangkan pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG) yang pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit 1.646 orang, mereka masih menjalani karantina. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks