alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Budidaya Madu Trigona, Hidupkan Ekonomi Desa Saribaya Lingsar

Di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Ada Desa Saribaya. Punya inovasi bidang ketahanan pangan. Di desa ini, warga membudidayakan Madu Trigona. Dari budidaya inilah, ekonomi warga desa pun berdenyut kencang.

Pusat budidaya Madu Trigona di Desa Saribaya ada di Dusun Sandongan Timur. Tentu, pilihan membudidayakan Madu Trigona bukan kebetulan. Warga daerah ini terbiasa beternak lebah untuk diambil madunya. Tapi, itu masih memakai cara tradisional.

Sampai kemudian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turun tangan. Warga yang membudidayakan Madu Trigona pun dibina secara khusus oleh tim salah satu perguruan tinggi negeri di NTB. Sehingga kini pengelolaannya menjadi lebih profesional.

Kepala Desa Saribaya Abdurrahman mengemukakan, Madu Trigona berbeda dengan madu yang dihasilkan lebah di hutan. Madu Trigona oleh orang Lombok familiar disebut Madu Nyanteng. Madu Trigona punya rasa dan tampilan berbeda. Pun begitu dengan dengan kualitasya.

“Walaupun agak kecut, tapi kualitas Madu Trigona jauh lebih bagus. Kandungan profolisnya juga lebih bagus,’’ ungkapnya.

Beragam cara dilakukan warga untuk budidaya Madu Trigona. Ada yang secara pribadi. Ada juga yang bergabung dalam komunitas. Di sana kini misalnya sudah ada komunitas masyarakat sadar lingkungan “My Darling”.

“Komunitas ini salah satu gerakannya adalah pemberdayaan masyarakat di bidang budidaya Madu Trigona,’’ katanya.

Keuntungan budidaya Madu Trigona ini tidak sedikit. Dibandingkan madu biasa, Madu Trigona jauh lebih mahal. Satu botol dibeli dari masyarakat Rp 225 ribu. “Itu untuk satu botolnya. Kemudian nanti  BUMDes menjualnya seharga Rp 250 ribu. Jadi banyak provitnya,’’ tuturnya.

Untuk proses budidaya Madu Trigona memang tergantung cuaca. Kalau musim panas. Dua atau tiga bulan sudah panen. Sedangkan musim hujan agak sulit. Karena bisa sampai 5 bulan untuk panen.

Cara budidanya ada dua macam. Pertama, lebah atau bibit madu disimpan dalam gentong. Kedua disimpan dalam kotak. Hanya saja menggunakan gentong lebih sulit. Karena bukan habitat asli lebah.

“Tapi lebah madu Trigona ini tidak berbisa dan tidak menyengat. Itu seperti lalat kecil. Indukannya dibeli di warga atau didapatkan di hutan,’’ katanya.

Sementara untuk kendala budidaya ini ada diproduktivitas lebah. Seperti indukan lebah yang sulit dicari. Karena untuk produksi besar paling tidak butuh 1.000 boks. Sementara di BUMDes dan masyarakat ditotal baru 450 boks tersedia.

Dari sisi ekonomi, budidaya Madu Trigona sangat luar biasa untuk menopang perekonomian masyarakat. Karena peminatnya luar biasanya banyak. Madu ini juga tidak sulit dicari pembelinya.

“Sekali panen bisa 10 botol. Itu juga langsung sudah inden barangnya tidak perlu ke pasar,’’ terangnya.

Kini, di masa pandemi, budidaya Madu Trigona ini telah menjadi penyelamat bagi ekonomi warga. Pun manakala ada Lomba Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB. Bumdes setempat pun kian bergairah. Maka, kini muncul pula pengembangan usaha. Mulai dari budidaya jamur tiram. Pengolahan abon ikan nila. Sampai yang terbaru pertanian Bunga Gumitir.

“Bunga Gumitir itu menjadi bahan dasar makanan Madu Trigona. Kalau bunganya ini banyak, Insya Allah cepat panennya,’’ jelasnya.

Lomba Kampung Sehat menurut Abdurrahman memiliki tujuan yang bagus. Dimana warga masyarakat harus menjadi garda terdepan. Dengan Kampung Sehat, masyarakat bisa lebih sadar menjaga kebersihan. Apalagi dengan pandemi Corona sekarang ini.

Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari menjelaskan, budidaya Madu Trigona tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan. Tapi juga menopang perekonomian masyarakat sekitar.

“Tidak salah kalau ini bagus untuk inovasi warga dibidang ketahanan pangan. Manfaatnya sangat banyak untuk masyarakat,’’ katanya. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks