alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Pembuatan Vaksin Korona Asli Indonesia Terus Dipercepat

JAKARTA–Pengembangan vaksin Covid-19 tak hanya mengandalkan kerja sama internasional. Di dalam negeri, penelitian terkait vaksin ini juga terus didorong. Ditargetkan, vaksin lokal sudah memasuki tahap uji pra klinis di akhir tahun ini.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pengembangan vaksin lokal tengah dikerjakan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Di mana saat ini penelitiannya sudah mencapai 30 persen, di tahap amplifikasi protein S dan protein N. Diharapkan, akhir tahun sudah bisa menyelesaikan tahapan uji pada hewan.

”Sehingga tahun depan bisa dimulai dengan uji pra klinis dan klinis,” ujarnya dalam keterangan resminya kemarin (21/7).

Dalam prosesnya, kata dia, pengembangan ini juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dia berharap, dengan kolaborasi yang dilakukan sejak awal maka uji klinis vaksin merah putih ini bisa tersedia pada 2021. ”Mudah-mudahan vaksin ini bisa tersedia 2021, tidak perlu menunggu 2022,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, metode pengembangan vaksin yang digunakan  oleh Eijkman berbeda dengan Sinovac Biotech – Bio Farma. Eijkman mengembangkan vaksin dengan platform protein recombinant. Sementara Sinovac menggunakan metode pelemahan virus.

Dia mengatakan, pengembangan vaksin ini memperhatikan tiga hal. Yakni, cepat, efektif, dan mandiri. Cepat diperlukan karena saat ini semua negara saling berlomba untuk mengembangkan vaksin. Kemudian, yang tak kalah penting efektif. Sebab, vaksin tentu diharapkan cocok untuk Covid-19 terutama yang bertransmisi di Indonesia.

”Lalu, mandiri yang paling penting,” tegas Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) tersebut. Karena, Indonesia bukan negara kecil. Jumlah penduduknya pun mencapai 260 juta. Melihat fakta tersebut tentu tidak bisa menggantungkan vaksinnya hanya dengan membeli dari luar negeri. ”Paling tidak separuhnya harus bisa diproduksi sendiri,” sambungnya.

Mengenai pembiayaan, diakuinya, jika di tahap awal tidak terlalu besar. Eijkman telah mengajukan pendanaan Rp 10 milyar untuk tahap awal termasuk uji pada hewan. Justru, biaya yang cukup besar pada tahap selanjutnya, yakni uji klinis dan produksi. Untuk uji klinis dan persiapan produksi diperkirakan mencapai Rp 60 milyar. Sementara, produksi diprediksi mencapai Rp 20 Triliun.

Melihat pembiayaan yang cukup besar ini, pertanyaan mengenai harga vaksin pun bikin penasaran. Terkait hal ini, Bambang mengaku belum bisa menetapkan harga vaksin yang bakal dijual nanti. ”Karena vaksinnya pun belum ditemukan,” katanya. Namun sebelumnya, dirinya sempat mendapat informasi dari Biofarma bila harga pasaran vaksin baru berkisar antara USD 5-10.”Standar harganya segitu. Yang dikembangkan Eijkman kan vaksin baru. Mungkin bisa lebih murah,tapi tak bisa jamin saat ini,” pungkasnya.

 

Vaksin Buatan Inggris

 

Sementara itu, saat ini, seluruh negara berlomba untuk menghasilkan vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain Tiongkok, ada pula Inggris. Universitas Oxford sudah mencapai tahap ketiga pengujian vaksin untuk Covid-19.

Ilmuan di Universitas Oxfor sedang mengembangkan vaksin Covid-19 yang diberi nama ChAdOx1 nCoV-19. Dari hasil uji klinis tahap I dan II menunjukkan kandidat vaksin ini aman digunakan. Bahkan pada percobaan yang dilakukan diingris, seluruh partisipasn menunjukkan 100 pengembangan antibody.  Vaksin ini memproduksi sel darah putih dalam waktu 14 hari setelah vaksinasi. Sementara respon antibodi terjadi dalam 28 hari.

Selanjutnya dilakukan uji klinis tahap tiga. Dalam uji klinis kali ini melibatkan anak-anak dan percobaan tak hanya dilakukan di Inggris. Namun juga di Amerika, Brasil, dan Afika. Kerjasama riset ini dilakukan bersama dengan AsrtaZenaca, salah satu perusahaan farmasi. Wakil Presiden Eksekutif Penelitiandan Pengembangan Biofarmasi AstraZeneca Mene Pangalos menyatakan bahwa perusahaanya cukup optimis dengan percobaan ini.

Kerja sama Universitas Oxford dengan AstraZeneca ini akan melakukan pengembangan klinis. Kemudian memproduksi vaksin secara global. Pemerintah Inggris mendukung dan mendanai proyek ini sebesar £84 juta atau setara Rp 1,6 triliun, untuk membantu percepatan pengembangan vaksin tersebut.

”Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, data hari ini meningkatkan kepercayaan diri kami bahwa vaksin dapat berfungsi,” ujar Mene. Menurutnya, AstraZeneca berencana melanjutkan  produksi vaksin dalam skala besar jika uji klinis tahap akhir terbukti berhasil. Sejauh ini komitmen untuk memasok lebih dari 2 miliar dosis vaksin telah disepakati oleh Inggris, Amerika Serikat, Aliansi Vaksin Inklusif Eropa (IVA), the Coalition for Epidemic Preparedness (CEPI), Gavi the Vaccine Alliance, dan Serum Institute of India.

Ketua Gugus Tugas Vaksin Inggris Kate Bingham mengungkapkan negaranya beruntung memiliki peneliti-peneliti luar biasa. Apalagi telah bekerja sama dengan tim global. ”Kemitraan ini bekerja dengan kecepatan luar biasa untuk menunjukkan hasil uji klinis dari vaksin chadox ini yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi publik dari infeksi COVID-19,” bebernya.

Kemarin, AstraZeneca dan University of Oxford juga menandatangani perjanjian mengembangkan dan memproduksi vaksin Covid-19 untuk masyarakat Inggris. AstraZeneca akan memproduksi 100 juta dosis untuk Inggris secara total.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, dan chargé d’affaires, Rob Fenn mengatakan terlalu dini untuk kita menyatakan kemenangan.  ”Saya merasa optimis, tapi tetap hati-hati,” tuturnya.

Dalam kondisi normal, sebuah pengembangan vaksin biasanya membutuhkan waktu 10-15 tahun. Meskipun hasil uji klinis dari Unversitas Oxford sangat positif. ”Inggris tetap percaya bahwa sebaiknya kita tidak terlalu mengandalkan satu jenis vaksin saja,” kata Rob. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks