alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pasien Covid-19 Boleh Ikut Tes CPNS

MATARAM-Panitia seleksi CPNS formasi 2019 membolehkan pasien covid-19 ikut seleksi kompetensi bidang (SKB). ”Peserta yang positif covid-19 akan ditempatkan di ruang khusus sesuai rekomendasi tim medis,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir, Minggu (20/8/2020).

Sebelumnya, BKD menyatakan peserta terjangkit covid-19 tidak bisa ikut SKB. Namun dalam rapat koordinasi terakhir, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku panselnas membolehkan pasien ikut seleksi. ”Saya rapat hari Minggu 16 Agustus lalu, itu salah satu hasil putusan yang disampaikan kepala BKN,” jelasnya.

Dalam tata tertib terbaru yang dikeluarkan BKD disebut, peserta yang suhunya di atas 37,3 derajat celcius atau peserta yang hasil rapid test reaktif, serta peserta positif covid-19 akan ditempatkan di ruang khusus sesuai rekomendasi tim medis.

Jika hasil rekomendasi tim medis menunjukkan peserta tidak dapat mengikuti SKB pada jadwalnya, mereka bisa mengikuti SKB satu hari setelah SKB selesai. ”Kalau tim medis tidak rekom, masih ada ruang pada hari kedelapan,” katanya.

Hal itu dilakukan agar hak-hak peserta tidak hilang. Tapi ia mengingatkan, peserta SKB harus datang tepat waktu. Bila terlambat, mereka tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti ujian alias dianggap gugur. ”Bagi peserta yang tidak hadir, tidak mengikuti tahapan seleksi dengan alasan apa pun maka dinyatakan gugur,” tegasnya.

SKB akan dilaksanakan secara bertahap selama tujuh hari, dari 3-9 September dengan sistem Computer Asissted Test (CAT). ”Lokasi tes di kantor BKD NTB dan nama-nama peserta dapat dilihat di laman http://bkd.ntbprov.go.id,” katanya.

Durasi waktu tes bagi peserta disabilitas dibedakan dengan peserta umum.  Peserta umum melaksanakan SKB selama 90 menit, sedangkan peserta formasi  khusus penyandang disabilitas 120 menit.

Karena dalam susana pandemi covid-19, peserta tidak diperkenankan mampir ke tempat lain selain ke tempat seleksi. ”Wajib menerapkan protokol pencegahan covid-19,” katanya.

Tentunya, kata Nasir, peserta wajib menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut hingga dagu. ”Penggunaan pelindung wajah (face shield) sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan,” ujarnya.

Ketentuan lainnya, peserta harus cuci tangan menggunakan sabun pada tempat telah disediakan sebelum masuk ruang registrasi. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain.

Tidak kalah pentingnya, peserta wajib diukur suhu tubuhnya di depan pintu masuk lokasi Ujian. Peserta yang suhu tubuhnya di tas 37,3 derajat celcius dilakukan dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit. ”Mereka tes di ruangan khusus,” jelasnya.

Peserta yang suhu tubuhnya di bawah 37,3 derajat celcius langsung ke bagian registrasi untuk diperiksa kelengkapan persyaratan. Seperti KTP dan kartu peserta seleksi. ”Peserta yang berasal dari wilayah berbeda dengan lokasi ujian mengikuti ketentuan protokol perjalanan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Bagi pengantar peserta seleksi berhenti di drop zone yang sudah ditentukan dan dilarang menunggu atau berkumpul di sekitar lokasi seleksi.

Untuk tetap menjaga transparansi pelaksanaan seleksi CPNS, hasil seleksi CAT secara live scoring dapat dilihat melalui media online streaming, link dibagikan sebelum penyelenggaraan seleksi. ”Kelalaian pelamar dalam memahami pengumuman menjadi tanggung jawab pelamar,” katanya.

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi dalam pengumuman tata tertib SKB meminta peserta memperhatikan tata tertib SKB. Antara lain, hadir 60 menit sebelum ujian dimulai. ”Peserta harus melakukan registrasi sebelum ujian,” jelasnya.

Peserta juga diminta membawa surat keterangan hasil rapid test dan ditunjukkan kepada panitia saat registrasi. ”Peserta wajib mengenakan sarung tangan yang disediakan oleh panitia,” tambahnya.

Terkait pakaian, peserta harus mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. ”Peserta tidak diperkenankan mengenakan pakaian kaos, celana jeans dan sandal,” katanya.

Selain itu, peserta juga tidak diperkenankan membawa kendaraan roda empat ke tempat ujian. Selama di dalam ruangan ujian, peserta hanya diperbolehkan membawa KTPU, KTP, dan alat tulis berupa pensil non elektrik. ”Dilarang membawa buku-buku dan catatan lainnya,” tegas Gita.

Termasuk dilarang membawa perhiasan, kalkulator, telepon genggam, kamera, jam tangan, bolpoint, makanan dan minuman. Apalagi membawa senjata api/tajam atau sejenisnya.

Panitia juga mengatur sanksi. Mereka yang melanggar tata tertib dberikan sanksi teguran lisan sampai dibatalkan sebagai peserta ujian. Bahkan peserta ujian yang kedapatan membawa HP,  kamera dalam bentuk apa pun serta melanggar tata tertib dianggap gugur dan dikeluarkan dari ruangan ujian. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks