alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Miliaran Rupiah Honor Vaksinator PMK di NTB Belum Diklaim

MATARAM-Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) mengimbau vaksinator untuk segera mengajukan klaim honor kinerjanya. ”Agar cepat juga realisasi anggarannya dari kami,” kata Kepala Disnakkeswan NTB Ahmad Nur Aulia.

Honor vaksinator tidak dibayarkan berdasarkan periode, misalnya mingguan atau bulanan. Melainkan per tindakan. Artinya, dihitung berdasarkan jumlah penyuntikan vaksin yang dilakukan petugas di lapangan. Untuk satu kali suntikan, vaksinator menerima honor sebesar Rp 25 ribu.

Model pembayarannya pun berdasarkan klaim yang diajukan langsung vaksinator. Tentunya disertai dengan sejumlah syarat dokumen. Selain itu, jumlah yang diklaim harus sudah masuk pada Integrasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

”Misalnya ada satu petugas sampai 1.000 suntikan, itu jadi haknya dia. Tinggal kapan mau diambil,” ujarnya.

Mekanisme klaim honor diawali dari vaksinator. Setelah melakukan penyuntikan dan memasukkan datanya ke iSIKHNAS, petugas membawa bukti print out jumlah vaksin yang telah dilakukan, untuk melakukan klaim.

Baca Juga :  ASN Setda NTB Kerja dari Rumah

Aulia menyebut, dinas tidak bisa serta merta mengeluarkan pembayaran untuk honor vaksinator. Proses klaim hingga pembayaran harus disertai dengan syarat-syarat. ”Kalau syaratnya lengkap langsung kami bayarkan. Yang penting vaksinator mengajukan klaim, akan kami proses,” sebut Aulia.

Hingga minggu ketiga September, Aulia menyebut sudah ada pembayaran untuk honor vaksinator. Namun jumlahnya baru sekitar Rp 300 juta. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan total vaksinasi terhadap hewan ternak di NTB yang telah mencapai ratusan ribu ekor.

Berdasarkan data Disnakkeswan, hingga 21 September, hewan ternak yang telah divaksin sebanyak 336.261 ekor. Jumlah ini sudah masuk di iSIKHNAS.

Jika dikalikan biaya per satu kali vaksin sebesar Rp 25 ribu, kebutuhan honornya Rp 9,15 miliar. Sementara klaim yang diajukan baru Rp 300 juta. Artinya ada sekitar Rp 8,8 miliar yang belum diklaim petugas vaksinator.

Baca Juga :  Waduh, NTB Belum Terima Vaksin PMK

”Itu kenapa kami minta cepat. Yang penting petugas ini melakukan klaim jangan sampai lewat tahun 2022. Jumlah vaksinator di NTB mencapai 1.115 orang,” kata Aulia.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan, Disnakkeswan NTB drh Muslih mengatakan, vaksinasi PMK diprioritaskan untuk hewan ternak yang sehat. Bisa juga diberikan kepada hewan yang pernah sakit PMK, namun jaraknya minimal tiga bulan dari hewan ternak dinyatakan sembuh.

”Nanti di akhir itu semuanya akan tetap divaksin. Tapi untuk sekarang kami prioritaskan dulu hewan ternak yang sehat,” sebut Muslih. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/