alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

Di Desa Pernek Moyo Hulu, Tak Boleh Bertamu kalau Tak Cuci Tangan

Desa Pernek ada di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Desa ini adalah salah satu desa yang istiqomah menjalankan protokol kesehatan meski Lomba Kampung Sehat telah usai. Jika Anda bertandang ke desa ini sekarang, Anda tak akan boleh bertamu dan masuk rumah warga, kecuali Anda mencuci tangan terlebih dahulu.

———————————

 

DESA Pernek berpenduduk 1.977 jiwa. Sampai saat ini, belum ada warganya yang terpapar Covid-19 di sana. ”Kuncinya, karena semua warga terus bergerak bersama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di desanya,” kata kades Pernek Saguni kepada Lombok Post.

Pun tatkala Lomba Kampung Sehat telah usai. Langkah warga yang bergerak bersama menerapkan protokol kesehatan tersebut terus berlanjut. Saguni mengatakan, di awal isu Covid-19 merebak, warga memang panik. Tetapi, pemerintah desa mencari solusi agar masyarakat tetap tenang.

”Setelah ada imbauan dari pemerintah mengenai mematuhi protokol kesehatan, kita langsung bergerak melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Maka, kini masyarakat pun selalu menggunakan masker,  menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan sabun.”Dengan begitu, masyarakat bisa mem-protect diri dan keluarganya,” terangnya.

Alhasil, setiap warga desa saat ini sudah terbiasa menggunakan masker dan menjaga jarak. Apalagi, mencuci tangan dengan sabun sudah menjadi kebiasaan. ”Kebiasaan masyarakat kami menjaga kesehatannya sudah terbentuk sejak 2011 silam. Dilarang masuk rumah sebelum cuci tangan,” katanya.

Kala itu, Desa Pernek pernah ditunjuk sebagai perwakilan Sumbawa dalam lomba Kampung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. ”Pada lomba itu kita menjadi juara satu,” kata dia.

Dari lomba itu tertanam di benak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya masing-masing. ”Sampai sekarang sudah menjadi kebiasaan warga,” jelasnya.

Pada Lomba Kampung Sehat, Desa Pernek menjadi runner up. Mereka kalah dari Desa Kembang Kuning, Lombok Timur.

Saguni mengatakan, untuk mempersiapkan kelanjutan lomba, dia mengumpulkan tokoh masyarakat, agama, dan  pemuda desa. Berdiskusi  membicarakan mengenai persiapan memperebutkan best of the best Kampung Sehat. ”Pastilah kita ingin menang,” kata dia.

Saat ini apa yang sudah dikerjakan masyarakat harus terus dipertahankan. Jika memang ada yang perlu ditingkatkan, mereka akan tingkatkan. ”Mempertahankan itu yang sulit. Jadi, harus berupaya maskimal lagi untuk terus mengimbau kepada masyarakat mematuhi protokol kesehatan,”  kata Saguni.

Konsistensi harus terjaga. Agar masyarakat Pernek tetap sehat dan terhindar dari Covid-19. ”Yang penting disiplin. Masyarakat telah membantu dan menyukseskan program untuk melawan Covid-19,” tutupnya. (arl/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks