alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Jangan Biarkan Dana Terlalu Lama Mengendap

MATARAM-Belanja pemerintah berpengaruh besar terhadap perekonomian NTB. Bila ingin perekonomian cepat pulih, belanja-belanja program harus cepat direalisasikan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB H Ridwan Syah mengatakan, pihaknya menyadari percepatan belanja pemerintah sangat penting. Tidak hanya agar program pembangunan sukses, tapi juga agar roda perekonomian cepat berputar.

“Pak gubernur sudah perintahkan agar segera tender. Kalau mau bangun kembali perekonomian NTB belanja modal harus dipercepat,” kata Ridwan, kemarin.

Hal itu disampaikan gubernur dalam setiap rapat pimpinan. Ia selalu meminta semua OPD mempercepat tender proyek. Bappeda dalam hal ini berperan untuk mengkoordinasikan semua program agar berjalan sesuai rencana. “Saat ini sudah mulai tender,” katanya.

Tidak hanya belanja pemerintah daerah, belanja kementerian/lembaga juga didorong segera terealisasi. Dengan demikian, akan lebih banyak uang berputar di NTB dalam waktu singkat. “Kami akan lebih aktif memantau belanja, apalagi tahun lalu Rp 900 miliar tidak terpakai dananya,” kata Ridwan.

Ia sepakat dengan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB untuk mempercepat realisasi belanja. Sebab pertumbuhan ekonomi saat ini menyentuh angka paling rendah. Belanja-belanja pemerintah akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi.

Beberapa waktu lalu, Kepala Kanwil DJPb NTB Syarwan membeberkan, tidak hanya realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang rendah. Hampir semua komponen dana transfer pusat ke daerah serapannya rendah hingga Februari ini.

Ia menyebutkan, dari Rp 12 triliun pagu dana untuk 11 pemerintahan daerah di NTB, hanya Rp 518,5 milliar yang terealisasi atau 4,29 persen. Sehingga masih tersisa Rp 11,5 triliun.

Sebagian besar dana yang dipakai adalah belanja pegawai Rp 335,5 miliar. Sementara belanja barang Rp 109,8 miliar, dan belanja jasa hanya Rp 29 miliar untuk semua pemda, baik pemprov maupun kabupaten/kota.

Dari sisi persentase, realisasi belanja Pemprov paling rendah dengan 1,32 persen atau Rp 30,9 miliar dari pagu Rp 2,3 triliun dana transfer. Diikuti Pemkab Lombok Timur dengan 2,21 persen atau Rp 29,8 miliar dari pagu Rp 1,3 triliun. Ketiga terendah Kabupaten Bima dengan 2,82 persen atau Rp 21,2 miliar dari pagu Rp 754,5 miliar.

Syarwan menilai, harus ada upaya ekstra agar dana-dana itu bisa segera dipakai. Dana baru bisa cair bila syarat pencairan terpenuhi.

Sementara, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menilai, saran DJPb merupakan kritik yang baik, tapi harus diubah pelan-pelan. Sebab di semua daerah terjadi hal serupa. Ia juga mau belanja modal dilakukan di awal tahun. Bila ditumpuk semua di akhir tahun hasilnya tidak maksimal. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks