alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Produk NTB “Dibajak” Daerah Lain

MATARAM-Produksi cabai dan jagung NTB melimpah. Tahun lalu 200 ribu ton mampu diproduksi. Tapi ketika dikirim ke luar negeri, cabai-cabai itu bukan atas nama produk pertanian NTB, melainkan merek daerah lain.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengungkapkan, cabai-cabai asal NTB secara diam-diam banyak dikirim ke Singapura dan Malaysia. Artinya, cabai dikirim resmi tetapi produk tersebut diekspor atas nama daerah Batam. Di Batam cabai-cabai itu dikemas dan dikirim ke luar negeri. “NTB tidak dapat nama karena itu nilai sumbangan ekspor kita rendah,” kata Selly, kemarin.

Setelah ditelusuri, para pengusaha cabai di NTB lebih senang menjual cabainya ke Batam, karena lebih mengutungkan bagi pedagang cabai. Tapi dampaknya tidak bagus karena nama NTB tidak disebut. Pengiriman cabai ke luar kerap membuat harga cabai tidak menentu. “NTB dirugikan dengan praktik ini,” katanya.

Karena NTB tidak punya pelabuhan ekspor, minimal produk-produk yang dijual itu punya surat keterangan asal (SKA). Sekali pun dikirim dari daerah lain, tapi SKA menjadi pengakuan bahwa produk itu berasal dari NTB.

Dinas Perdagangan akan memfasilitasi mereka membuat SKA, semua gratis dan tanpa biaya. Saat ini SKA jagung sudah ada, sehingga jagung yang dikirim atas NTB.

Pihaknya juga memfasilitasi agar para pengusaha bisa mengirim produk pertanian secara langsung. Dinas Perdagangan berkomunikasi langsung dengan Garuda Indonesia dan beberapa pengusaha asal Malaysia. “Ini sedang berproses nanti akan kami tindaklanjuti lagi,” katanya.

Untuk bawang merah dan cabai, dibutuhkan Control Atmosphere Storage (CAS). Sitem itu berguna untuk mempertahankan kualitas bawang dan produk sayuran dalam angka panjang.  Sehingga bisa disimpan dalam waktu lama dengan kualitas tetap bagus.

Selama ini bawang merah asal Bima yang cukup melimpah dikirim ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sana dimasukkan ke dalam CAS kemudian diekspor ke luar negeri atas nama daerah Brebes. “Teknologi ini ke depan bisa kita kembangkan di STIP,” katanya.

Ia mengusulkan agar CAS diadakan di dua tempat yakni di Pulau Sumbawa dan Lombok. Sehingga produk sayuran bisa disimpan lama. Pengadaan satu CAS menghabiskan biaya Rp1,5 miliar. Hal itu menjadi salah satu rekomendasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kepada Gubernur NTB. “Kita berharap bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Wirajaya Kusuma menambahkan, TPID sudah menggelar rapat koordinasi awal pekan ini. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengendalikan harga-harga. Rekomendasi pengadaan CAS adalah solusi jangka panjang yang bisa ditempuh.  Semua itu menjadi masukan dan bahan pertimbangan kepala daerah. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks