alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Hindari PLTS, Jalur Bypass Dibelokkan

MATARAM-Hingga saat ini permasalahan lahan bypass belum beres. Pemerintah dan pemilik lahan PLTS Vena Energy di Lombok Tengah belum mencapai kesepakatan. Meski demikian, pemerintah masih akan melakukan upaya agar lahan dibebaskan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Petanataan Ruang (PUPR) NTB H Azhar menjelaskan, saat ini sudah ada titik terang. Bila sebelumnya bypass dari bandara ke KEK Mandalika akan membelah dua bangunan PLTS, sekarang konstruksinya dibelokkan agak ke kiri sehingga tidak mengambil terlalu banyak lahan perusahaan.

”Jadi dari lahan Angkasa Pura langsung ke PLTS, tetapi tidak mengganggu bangunan yang ada,” kata Azhar, kemarin (22/5).

PLTS itu tetap kena pembebasan. Hanya saja luas lahan yang akan diambil berkurang, dari sebelumnya 20 are, sekarang hanya 10 are yang akan dibebaskan.

Penetapan lokasi pembangunan jalan sudah dilakukan PUPR. Jumlah pemilik lahan beserta luas tanah yang akan dibebaskan masih didata Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemilik lahan didata berdasarkan nama dan alamat. Setelah itu, pemerintah akan membayar lahan milik warga. ”Tahun ini harus selesai,” kataya.

Bila sebagian besar mau dan sebagian kecil yang menolak, PUPR akan menyerahkan ke pengadilan untuk diselesaikan. Dana pembangunan jalan Rp 1,5 triliun dari Kementerian PUPR tidak hanya fisik jalan. Tetapi juga akan dipakai untuk sarana lainnya, termasuk akses jalan provinsi yang terhubung dengan bypass.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah H Lalu Putrie mengatakan, untuk kepentingan negara pemilik lahan harus mau dibebaskan lahannya. Pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan pemilik lahan. ”Sampai sekarang belum ada kendala,” katanya.

Sementara untuk lahan-lahan yang belum dibebaskan di dalam KEK Mandalika, pemda sudah membentuk tim percepatan. Bila warga merasa memiliki lahan, mereka harus menunjukkan bukti-bukti berupa sertifikat lahan.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah lahan dengan cara yang paling bijak. ”Kitakan negara hukum, dan ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks