alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

THR Telat, Lapor!

MATARAM-Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak ada masalah. Uangnya sudah ada. Tinggal dicairkan.

Namun, tidak begitu dengan nasib karyawan swasta. Karena, THR-nya bergantung kondisi perusahaan tempat mereka bekerja.

Nah, belakangan beredar kabar, sejumlah perusahaan di Kota Mataram tidak mampu membayar THR karyawannya. Sebab, kondisi keuangan perusahaan pascagempa bumi Lombok, turun drastis.

“Iya nih. Masih cemas. Soalnya kabarnya perusahaan saya menunda pembayaran THR,” kata Hendi Kurniawan, salah satu karyawan perusahaan Swasta di Mataram.

Hendi memang merasakan ada penurunan omzet perusahaan tempatnya bekerja. Terutama setelah gempa bumi terjadi pada pertengahan 2018 lalu. “Kita masih berharap, semoga pembayaran THR tepat waktu seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap pria yang masih berstatus lajang ini.

Menanggapi permasalahan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Hariadi mengatakan, THR merupakan hak karyawan. Wajib bagi perusahaan membayarnya. “Kalau ada yang THR-nya telat atau tidak dibayar, laporkan! Kami di sini membuat posko pengaduan,” tegasnya.

Ia juga mengaku sudah meminta pegawainya untuk keliling ke beberapa perusahaan. Ini merupakan bentuk sosialisasi terkait Surat Edaran (SE) agar membayar THR paling lambat H-7 lebaran atau tanggal 29 Mei 2019. “Besarnya satu kali gaji,” ujarnya, kemarin (22/5).

Terpisah, Anggota DPRD Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana Putra mengatakan, dalam situasi seperti ini, pembayaran THR bisa tergantung komunikasi dan kesepakatan antara karyawan dan perusahaan. Karena yang mengetahui kondisi perusahaan adalah para karyawan. (yun/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks