alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

2020 Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

MATARAM-Mitigasi bencana sangat penting. Namun butuh kerja ekstra untuk membuat masyarakat paham dengan informasi-informasi kebencanaan. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB meluncurkan buku kumpulan khutbah jumat.

Buku berisi ceramah keagamaan terkait bencana itu berjudul  “Khotbah Jumat : Kebencanaan dalam Islam”. Rencananya, buku-buku tersebut akan dikirim ke masjid-masjid sampai pelosok pedesaan Lombok dan Sumbawa. Untuk tahap awal BPBD akan mencetak sekitar 3.000 eksemplar.

”Ini bagian dari mitigas non struktural melalui pendekatan agama,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (22/7).

Ia berharap, pemahaman masyarakat tentang kebencanaan bisa sama. Kemudian melahirkan kesadaran untuk selalu waspada dan menyuipkan diri dari berbagai kemungkinan bencana yang bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja.

            Khalik menjelaskan, buku tersebut bisa menjadi panduan para khatib jika ingin membahas soal kebencanaan dalam khutbah jumatnya. Sehingga informasi tentang kebencanaan akan diterima dengan baik.

Buku khutbah jumat merupakan upaya BPBD NTB untuk memahami bencana dari sudut pandang agama. Pendekatan keagamaan digunakan dalam mitigasi karena dianggap efektif. Masyarakat NTB yang dikenal religius menjadikan ajaran agama sebagai tolak ukur dalam bertindak.

Buku itu akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bencana gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, banjir, dan lain sebagainya bukanlah azab. ”Tugas kita sebagai makhluk Tuhan adalah menguatkan mitigasi bencana untuk meminimalisir korban,” katanya.

Ia menambahkan, upaya mitigasi, mawas diri, sembari berserah diri kepada Allah adalah cara terbaik berdamai dengan musibah yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Menurutnya, bencana harus dijadikan sebagai ujian keimanan. Manusia harus sadar dengan ancaman bencana yang setiap saat bisa terjadi. Bencana juga mengajak manusia hidup harmonis dengan sesama, menghindari terjadinya bencana sosial-kemanusiaan, juga bencana alam. “Kita semua berharap musibah mendewasakan warga NTB,” kata mantan Kadis Sosial NTB itu.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB Wedha Magma Ardhi menambahkan, dana untuk mitigasi bencana tahun ini belum banyak. Namun tahun 2020, mereka akan menganggarkan secara besar-besaran untuk bencana. ”Dengan anggaran terbatas kita tidak bisa berbuat banyak tahun ini,” katanya.

Hal terpenting saat ini adalah begaimana membangun kesadaran masyarakat tentang bencana. Dengan pemahaman yang baik maka dampak bencana bisa dihindari. Di samping itu, struktur bangunan yang dibangun juga harus benar-benar tahan terhadap bencana. Artinya, pembangunan saat ini harus mempertimbangkan aspek potensi kebencanaan. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks